Viral Rusa Sriwedari Makan Sampah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Viral Rusa Sriwedari Makan Sampah

Agil Trisetiawan Putra - detikTravel
Minggu, 07 Jun 2026 15:37 WIB
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, saat meninjau rusa di Taman Sriwedari, Kota Solo, Sabtu (6/6/2026).
Rusa di Taman Sriwedari, Kota Solo (Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Solo -

Jagat maya dihebohkan oleh unggahan viral yang menunjukkan koleksi rusa di Taman Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah, sedang mengais makanan dari tempat sampah. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta langsung turun tangan melakukan penanganan dan evaluasi darurat.

Kondisi tersebut pertama kali diabadikan oleh seorang pengunjung melalui akun Threads bobbypratm. Dalam unggahannya, ia mengaku terkejut melihat satwa tersebut harus memakan limbah.

"Agak kaget dan miris sih ada rusa yang mengorek-ngorek tempat sampah buat cari makan. Si rusa ternyata makan sampah. Jujur, aku agak shock, apakah setidak terurus itu rusa di sana?" tulis akun tersebut, dikutip dari detikJateng, Minggu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unggahan itu langsung direspons cepat oleh Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani. Dia meninjau langsung lokasi Taman Sriwedari untuk memastikan kondisi 31 ekor rusa yang ada.

Dia sekaligus menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Lingkungan Hidup.

ADVERTISEMENT

"Banyak masukan dari masyarakat terkait kondisi saat ini. Ini menjadi perhatian kami bersama. Diperlukan penataan lahan yang lebih baik dan pengembangan penangkaran agar rusa-rusa ini tetap berada di area yang nyaman, aman, serta lingkungannya bersih," ujar Astrid.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono, memberikan klarifikasi terkait perawatan satwa tersebut. Dia menegaskan bahwa selama ini puluhan rusa di Sriwedari tetap mendapatkan perawatan dari penjaga serta pemantauan kesehatan berkala dari dokter hewan.

"Kami juga rutin melakukan pelaporan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setiap tiga bulan sekali, sebagai bagian dari pengelolaan penangkaran yang telah mengantongi izin resmi sejak November 2025," kata Maretha.

Sebagai langkah solutif ke depan agar kejadian serupa tidak terulang, Pemkot Solo berencana membangun ruang penangkaran khusus di dalam kawasan tersebut. Konsep baru itu didesain untuk memberikan ruang gerak yang lebih tertata dan aman bagi rusa, namun tetap mempertahankan daya tarik wisata.

Melalui sistem penangkaran itu, mobilitas rusa akan dibatasi agar tidak bisa berkeliaran bebas hingga ke area luar. Denagn langkah itu diyakini risiko satwa mendekati tempat sampah dapat diminimalkan, sementara masyarakat tetap diberikan ruang khusus untuk berinteraksi dan memberi pakan secara aman sesuai ketentuan.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads