Terpopuler: Condet Kampung Parfum

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terpopuler: Condet Kampung Parfum

Femi Diah - detikTravel
Kamis, 25 Jun 2026 09:40 WIB
Julukan Kampung Parfum untuk kawasan Condet
Julukan Kampung Parfum untuk kawasan Condet (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
Jakarta -

Tak hanya identik dengan budaya Betawi yang kuat, Condet juga menyimpan jejak sejarah yang khas melalui julukan "Kampung Parfum". Sebutan ini lahir dari tradisi perdagangan wewangian yang berkembang di kalangan masyarakat keturunan Arab sejak 1970-an.

Pada masa itu, deretan pedagang parfum mulai bermunculan di sepanjang kawasan Condet. Berbeda dengan sekarang yang banyak beroperasi di toko permanen, para pedagang kala itu menjajakan berbagai jenis parfum secara sederhana dengan menata botol-botol wewangian di atas meja lapak.

Meski demikian, usaha tersebut berhasil menarik minat pembeli dan perlahan menjadi ciri khas kawasan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring waktu, jumlah pedagang parfum terus bertambah. Aktivitas perdagangan tidak lagi didominasi oleh kelompok etnis tertentu, melainkan terbuka bagi siapa saja yang ingin menekuni usaha tersebut. Perkembangan itu membuat bisnis parfum semakin tumbuh dan mengakar dalam kehidupan ekonomi masyarakat setempat.

Hingga kini, Condet masih dikenal sebagai salah satu sentra parfum di Jakarta. Julukan "Kampung Parfum" pun tetap melekat sebagai bagian dari identitas kawasan yang mencerminkan perpaduan sejarah perdagangan, keberagaman budaya, dan dinamika kehidupan warganya.
Get smarter responses, upload files and images, and more.

ADVERTISEMENT

Beberapa waktu lalu, detikTravel menelusuri bagaimana julukan Kampung Parfum ini bisa disematkan untuk Condet. Menurut salah satu karyawan toko parfum di sana, Aldi, mengatakan pada 1990 hanya ada beberapa toko parfum di area ini.

"Dari dulu, tahun 97-an dulu tuh di pinggiran bukan toko-toko kayak gini, di pinggir-pinggir jalan gitu jualannya kayak (parfum) roll-on yang oles-oles. Dari situ mulai 1, 2, 3 toko jadi semua rata," kata Aldi kepada detikTravel.

"Jadi dari waktu ke waktu apalagi ada Masjid Al-Hawi sering ada acara-acara maulid gitu, jadi orang (berfikir) pasar parfum kayaknya bagus di Condet. Jadi lama-lama orang buka toko-toko jadi lebih banyak gitu," kata dia.

Menyoal pilihan parfumnya seperti yang telah ditulis di atas, toko-toko parfum di Condet ini punya banyak pilihan. Bagi masyarakat yang ingin parfum ala merek ternama, toko-toko parfum di Condet memiliki beragam koleksi dengan harga yang relatif terjangkau.

"Banyak dupe (duplikat) yang dijual di sini, dari brand terkenal kayak Dior, Bulgari, Aigner, Channel, Hugo Boss, banyak lagi itu," ungkap Aldi sambil menyiapkan pilihan parfum.

Aldi mengatakan harga parfum itu tergantung kualitas yang ditawarkan. Rerata harga dimulai dari Rp 5 ribu hingga 10 ribu per mililiter tergantung dari merek dan penikmat parfum Condet pun biasanya membeli parfum per botolnya di ukuran 30 hingga 50 mililiter.

Sentra parfum Condet ini pun pasarnya bukan lagi warga Jakarta saja, luar kota pun banyak yang berburu parfum di sini. Bahkan, Aldi menuturkan banyak pembeli yang datang dari luar negeri.

"Ada dari Malaysia, terus kemarin ada dari Timur Tengah, Oman. Terus terakhir saya ngelayani dia dari Timur Tengah juga sih, Kuwait kalau nggak salah," kata dia.

Artikel itu menjadi terfavorit pembaca detikTravel kemarin, selain Hangatnya Kebersamaan Gading Marten dan Medina di Pesisir Italia yang Indah.

Berikut 10 besar berita terfavorit detikTravel, Kamis (25/6/2026):



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads