Ini Dia Barang yang Paling Sering Hilang dari Kamar Hotel

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Dia Barang yang Paling Sering Hilang dari Kamar Hotel

Femi Diah - detikTravel
Sabtu, 27 Jun 2026 21:37 WIB
Ilustrasi handuk hotel
Handuk hotel (Getty Images/Techa Tungateja)
Jakarta -

Ini dia barang-barang di hotel yang paling sering hilang atau dicuri tamu, mulai dari perlengkapan kecil hingga fasilitas kamar yang dianggap "souvenir". Temuan itu menunjukkan bahwa kasus kehilangan barang di hotel masih menjadi masalah yang cukup sering terjadi di industri perhotelan.

Laporan Deluxe Holiday Homes yang dirilis awal tahun ini mengungkapkan sejumlah barang yang paling sering 'hilang' dari kamar hotel. data itu diperoleh dari survei terhadap lebih dari 1.200 staf dan pemilik hotel.

"Handuk adalah barang yang paling sering dicuri, dengan hampir 9 dari 10 responden menyebut barang ini kerap menghilang dari kamar," demikian isi laporan tersebut, melansir Travel and Leisure, Sabtu (27/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain karena nyaman, handuk juga dinilai praktis untuk dimasukkan ke dalam koper.

ADVERTISEMENT

Setelah handuk, barang yang paling sering hilang dari kamar hotel adalah jubah mandi atau bathrobe. Sekitar 66 persen responden menyebut bathrobe sering hilang, padahal itu bukan fasilitas gratis.

"Terkadang tamu mengira bathrobe bisa dibawa pulang, padahal tidak. Harganya bisa mencapai setidaknya US$50 (sekitar Rp850 ribu) per unit," kata pakar perhotelan dalam laporan tersebut dikutip dari CNN Indonesia.

Selain itu, barang sederhana, seperti gantungan baju juga masuk dalam daftar. Sekitar 55 persen responden mengatakan gantungan sering hilang karena ukurannya ringan dan mudah dibawa.

Kemudian, selimut hotel juga termasuk barang yang sering dicuri. Padahal, ukuran selimut hotel itu cukup besar dan harganya tidak murah.

Barang lain yang masuk daftar sering hilang adalah amenities, seperti sabun, sampo, hingga tisu. Kalau deretan barang yang disebut terakhir sih lumrah ya, karena memang diizinkan buat dibawa pulang oleh tamu.

Dalam survei itu, praktik tersebut disebut menyebabkan kerugian hingga sekitar USD 100 juta per tahun di Amerika Serikat saja. Pelaku industri perhotelan menyebut bahwa fenomena itu bisa saja dipicu oleh anggapan bahwa barang di kamar hotel adalah 'bonus' bagi tamu. Padahal, tidak semua fasilitas memang diperuntukkan untuk dibawa pulang.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads