Wisatawan di Batu Diberi Karcis Parkir Bekas oleh Oknum Jukir

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisatawan di Batu Diberi Karcis Parkir Bekas oleh Oknum Jukir

M Bagus Ibrahim - detikTravel
Jumat, 10 Jul 2026 11:16 WIB
Karcis bekas yang diterima pengunjung di kawasan Alun-Alun Kota Batu
Karcis bekas yang diterima pengunjung di kawasan Alun-Alun Kota Batu. Foto: Istimewa
Batu -

Permasalahan parkir di Kota Batu tak kunjung terselesaikan. Setelah beberapa waktu lalu mencuat soal getok parkir, kini kembali muncul adanya dugaan kecurangan dengan memanfaatkan karcis bekas oleh oknum juru parkir (Jukir).

Salah seorang warga Gresik bernama Prasetyo menceritakan pengalamannya diberi karcis bekas saat parkir di kawasan Alun-Alun Kota Batu. Peristiwa tersebut dialaminya beberapa hari yang lalu, saat dia datang ke Alun-Alun bersama pasangannya.

Saat itu Prasetyo yang masuk ke kawasan Alun-Alun Kota Batu melalui sebuah gate parkir. Pada waktu itu, gate parkir dalam keadaan terbuka dan tanpa penjagaan oleh petugas terkait baik Dinas Perhubungan maupun juru parkir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat tidak ada petugas, ia langsung masuk dan memarkirkan kendaraanya. Tiba-tiba, saat kendaraan sudah terparkir, seseorang yang mengaku sebagai juru parkir meminta tarif parkir tanpa memberikan karcis sesuai dengan ketentuan yang ada.

Prasetyo yang merasa janggal, kemudian meminta karcis sebagai bukti pembayaran. Jukir tersebut malah menolak memberikan karcis dan bersikeras untuk meminta biaya parkir motornya.

ADVERTISEMENT

"Saya pun tetap meminta jukir tersebut memberikan karcis sebagai tanda bukti pembayaran. Akhirnya, saya diberi karcis, tapi karcis itu diambil dari saku dan tidak dirobek baru. Saat itu, karcis yang saya terima dalam kondisi lecek dan kosongan," terangnya, Jumat (10/7/2026).

Ia menambahkan, karcis bertuliskan parkir tepi jalan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan itu memang resmi. Tapi karcis tersebut terlihat kosongan, tidak terisi tanggal, nomor kendaraan maupun keterangan masuk atau keluar dari area parkir.

Pengalaman Prasetyo ini menambah rentetan panjang permasalahan parkir yang tidak kunjung terselesaikan di Kota Wisata tersebut. Sebelum kasus karcis bekas ini mencuat, keluhan soal penarikan tarif akhir pekan (weekend) pada hari biasa (weekday) hingga praktik 'getok parkir' dengan tarif selangit sudah lebih dulu meresahkan wisatawan.

Kondisi yang terus berulang ini mendapat kritik tajam dari pengamat. Praktik lancung oknum jukir dinilai menjadi 'borok' yang secara perlahan dapat membunuh industri pariwisata di Kota Batu.

Jika praktik pungli dan getok parkir ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan tegas dan sistemik dari pemerintah daerah, citra Kota Batu sebagai kota wisata yang ramah dan aman akan rusak. Wisatawan akan merasa kapok dan enggan untuk kembali berkunjung.

Dampak domino dari dibiarkannya masalah ini sangat berbahaya bagi perekonomian daerah yang bergantung pada sektor pelesiran. Penurunan jumlah wisatawan tidak hanya merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir yang bocor, tetapi juga akan memukul telak para pelaku usaha perhotelan, restoran, tempat wisata, hingga UMKM lokal yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian Kota Batu.

--

Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Baca di sini.



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads