Singapura Tempati Peringkat Terendah Indeks Ketenangan Dunia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Singapura Tempati Peringkat Terendah Indeks Ketenangan Dunia

Femi Diah - detikTravel
Senin, 24 Agu 2026 10:00 WIB
Visitors gather at the landmark Merlion Park as the city skyline is blanketed by haze in Singapore on September 18, 2019. - Air quality worsened in Singapore days before the citys Formula One race, as toxic smog from Indonesian forest fires engulfed the region. (Photo by Roslan RAHMAN / AFP)
Turis di landmark Singapura (Roslan RAHMAN / AFP)
Jakarta -

Singapura ternyata bukan tempat terbaik bagi wisatawan yang mencari ketenangan. Negara itu mencatat skor ketenangan terendah di dunia, menurut Noise-Free Nations Index yang disusun Go2Africa.

Dikutip dari go2africa.com, Senin (24/8/2026), Singapura memperoleh Quiet Score hanya 6,78 dari 100, menjadi skor terendah dalam pemeringkatan tersebut. Indeks itu tidak mengukur kebisingan secara langsung menggunakan satuan desibel.

Go2Africa menilai tingkat ketenangan suatu negara melalui tujuh indikator, yakni kepadatan penduduk, jumlah wisatawan, luas wilayah pedesaan, kawasan lindung, kepadatan kendaraan bermotor, keberadaan bandara, dan jaringan kereta api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin tenang kondisi sebuah negara. Sebaliknya, skor rendah menunjukkan semakin banyak faktor yang berpotensi membuat suatu destinasi terasa padat dan jauh dari ketenangan.

Salah satu faktor yang membuat Singapura berada di posisi terbawah adalah keterbatasan wilayah yang bisa menjadi ruang tenang. Area pedesaan hanya mencakup sekitar 30 persen dari total wilayah negara.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Singapura memiliki kepadatan penduduk sekitar 8.436 orang per kilometer persegi. Jumlah wisatawan yang datang juga sangat besar jika dibandingkan dengan luas wilayahnya, sehingga aktivitas manusia terkonsentrasi di area yang relatif kecil.

Kondisi tersebut membuat kesempatan untuk menemukan kawasan yang benar-benar jauh dari aktivitas perkotaan menjadi lebih terbatas.

Infrastruktur transportasi Singapura juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam indeks. Negara itu memiliki jaringan kendaraan, kereta api, dan penerbangan dengan tingkat kepadatan yang tinggi.

Mass Rapid Transit (MRT) Singapura telah berkembang pesat sejak pertama kali beroperasi pada 1987. Saat ini, jaringan tersebut mencakup lebih dari 170 stasiun dalam enam jalur utama dan melayani lebih dari tiga juta penumpang setiap hari.

Bandara Changi juga menjadi bagian penting dari tingginya mobilitas di Singapura. Bandara tersebut memiliki empat terminal dengan luas keseluruhan lebih dari satu juta meter persegi, atau kira-kira setara dengan 156 lapangan sepak bola.

Besarnya arus wisatawan turut menjadi faktor lain dalam penilaian. Pariwisata merupakan salah satu sektor penting bagi perekonomian Singapura.

Sepanjang 2025, Singapura menerima sekitar 16,9 juta wisatawan internasional, meningkat 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kunjungan tersebut menghasilkan rekor pendapatan pariwisata sebesar USD 32,8 miliar.

Dengan tingginya jumlah penduduk, wisatawan, serta aktivitas transportasi dalam wilayah yang relatif kecil, Singapura dinilai memiliki lebih banyak faktor yang mengurangi peluang terciptanya suasana tenang.

Dalam pemeringkatan Go2Africa, Maladewa berada di posisi kedua sebagai negara dengan tingkat ketenangan paling rendah, diikuti Barbados di posisi ketiga. Sementara itu, posisi keempat ditempati Qatar, sedangkan Lebanon berada di urutan kelima.

Di ujung berlawanan, Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang dalam indeks tersebut. Negara kecil di kawasan Himalaya itu memperoleh Quiet Score jauh lebih tinggi, yang mencerminkan kondisi yang dinilai lebih mendukung bagi wisatawan yang ingin menjauh dari kepadatan dan hiruk-pikuk kehidupan modern.

Peringkat negara terbising di dunia

  1. Singapura - Quiet score 6,78
  2. Maladewa - 8,48
  3. Barbados - 10,12
  4. Qatar - 15,45
  5. Lebanon - 18,13


(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads