Bandara Soetta Tutup, Penerbangan Emirates dan Etihad Terdampak

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bandara Soetta Tutup, Penerbangan Emirates dan Etihad Terdampak

Femi Diah - detikTravel
Senin, 07 Sep 2026 14:35 WIB
Pesawat maskapai Etihad di Bandara Soekarno-Hatta.
Pesawat maskapai Etihad di Bandara Soekarno-Hatta. (Ari Saputra)
Jakarta -

Penumpang yang bepergian antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Jakarta diminta memantau status penerbangan mereka secara berkala. Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan sejumlah penerbangan Emirates dan Etihad Airways dibatalkan maupun ditunda.

Dikutip dari Gulf, Senin (7/9/2026), Emirates menjadi salah satu maskapai yang paling terdampak. Maskapai yang berbasis di Dubai itu membatalkan delapan penerbangan rute Dubai-Jakarta dan Jakarta-Dubai yang dijadwalkan pada Minggu (6/9) dan Senin (7/9).

Pembatalan dilakukan setelah pengumuman penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta hingga hari ini pukul 18.00 WIB. Penutupan itu dilakukan karena operasional penerbangan dinilai belum aman akibat abu vulkanik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain membatalkan penerbangan, Emirates juga menghentikan sementara keberangkatan penumpang transit tujuan Jakarta dari bandara asal mereka hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Penumpang yang terdampak diminta menghubungi agen perjalanan atau Emirates untuk melakukan penjadwalan ulang perjalanan.

ADVERTISEMENT

Maskapai tersebut juga mengingatkan pelanggan agar tidak hanya mengandalkan status penerbangan yang diterima sebelumnya.

Penumpang diminta terus memantau pembaruan operasional, email dari maskapai, serta status penerbangan sebelum berangkat ke bandara karena situasi masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Senada, Etihad Airways juga terdampak penutupan bandara di Jakarta. Penerbangan EY472 rute Abu Dhabi-Jakarta pada 6 September mengalami keterlambatan setelah operasional Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dampak tersebut berlanjut pada penerbangan EY473 rute Jakarta-Abu Dhabi yang dijadwalkan terbang pada 7 September. Maskapai mengimbau seluruh penumpang untuk memeriksa status penerbangan masing-masing sebelum berangkat karena jadwal dapat berubah dalam waktu singkat.

Gangguan penerbangan itu terjadi setelah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat dan menyebabkan abu vulkanik menyebar ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Otoritas Indonesia menutup sementara Bandara Soekarno-Hatta setelah abu vulkanik mencapai ruang udara di sekitar bandara.

Penutupan Bandara Soetta dan enam bandara lain akibat erupsi Gunung Anak Krakatau itu mengakibatkan sekitar 170 ribu penumpang dilaporkan terkena dampak.

Bagi traveler yang memiliki rencana perjalanan antara UEA dan Jakarta, maskapai menyarankan untuk memeriksa status penerbangan sebelum menuju bandara, memantau kanal resmi maskapai, serta segera mengurus penjadwalan ulang apabila penerbangannya terdampak pembatalan.

Situasi masih terus berkembang seiring pemantauan kondisi abu vulkanik dan operasional bandara oleh otoritas Indonesia.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads