Maskapai dunia terus memangkas banyak penerbangan sebagai respon terhadap harga bahan bakar yang tinggi. Tiga maskapai penerbangan AS ini mulai memangkas penerbangan murah.
Tiga maskapai Amerika Serikat (AS) yaitu United, American, dan Southwest Airlines mengumumkan akan hilangnya penerbangan murah dalam konferensi investor. Maskapai akan memangkas penerbangan yang kurang menguntungkan dari jadwal mereka di akhir tahun ini, seperti dikutip dari CNN, Senin (21/9/2026).
Baca juga: Bos AirAsia Buka Suara soal Kondisi Maskapai |
"Jika harga bahan bakar lebih tinggi dalam jangka waktu yang lama, saya pikir itu adalah respons alami, bahwa Anda mengurangi sebagian kapasitas tersebut," kata CFO Southwest, Tom Doxey.
Maskapai penerbangan dunia mengurangi penerbangan dari jadwal musim panas mereka dan menaikkan biaya bagasi sebagai respons terhadap biaya bahan bakar yang lebih tinggi.
CFO United, Michael Leskinen, mengatakan bahwa maskapai penerbangan tidak melihat tanda-tanda melemahnya permintaan, bahkan tarif dan biaya cenderung lebih tinggi.
Tarif penerbangan pada bulan Juni, Juli, dan Agustus naik sekitar 25% dibandingkan tahun lalu, menurut Indeks Harga Konsumen, yang merupakan ukuran inflasi utama pemerintah.
Tiga maskapai itu tidak menyebut secara spesifik penerbangan mana yang akan dikurangi akhir tahun ini. Namun, para ahli mengatakan bahwa penerbangan murah dan kurang populer yang kemungkinan akan dipangkas.
"Ada beberapa rute yang sebelumnya berada daftar bawah, rute-rute tersebut menjadi tidak menguntungkan ketika terjadi lonjakan harga bahan bakar seperti ini," kata Leskinen.
Penerbangan-penerbangan tersebut cenderung menjadi pilihan para pemburu harga murah, bukan pelancong bisnis, kata Zach Griff, penulis buletin maskapai penerbangan, From the Tray Table. Ruter-rute itu juga kurang diminati pada waktu-waktu yang kurang populer, seperti hari Selasa atau Sabtu, atau larut malam atau dini hari.
Tekanan pada harga tiket tahun ini semakin meningkat karena Spirit Airlines menghentikan operasinya pada bulan Mei setelah lonjakan harga bahan bakar pertama. Sementara itu, maskapai penerbangan murah lainnya, seperti Frontier, mencoba beralih ke penawaran premium.
Itu berarti ada lebih sedikit pilihan yang tersedia untuk pelancong dengan anggaran terbatas.
"Ini adalah lingkungan yang sangat menantang bagi pelanggan kelas bawah yang mencoba menemukan tiket pesawat dengan harga murah," katanya kepada CNN.
Maskapai penerbangan telah membayar miliaran dolar lebih banyak untuk bahan bakar tahun ini karena konflik Iran yang terus berlanjut. Empat maskapai penerbangan terbesar AS yaitu United, Delta, American, dan Southwest, secara bersama-sama membayar hampir 80% lebih banyak untuk bahan bakar dari April hingga Juni dibandingkan tahun sebelumnya.
Harga rata-rata untuk satu galon bahan bakar jet naik menjadi USD 4,56 per galon pada hari Kamis, menurut Argus Research. Itu adalah harga tertinggi sejak awal Mei, meskipun masih di bawah puncaknya pada bulan April. Namun, harga tiket pesawat tidak sepenuhnya bergantung pada biaya bahan bakar.
"Harga tiket pesawat adalah fungsi dari penawaran dan permintaan," kata CEO Delta, Ed Bastian, ketika ditanya oleh CNBC pada bulan Juli mengapa perusahaan tidak menurunkan harga tiket ketika harga bahan bakar jet turun dari puncaknya sebelumnya.
"Meski harga bahan bakar mahal, namun permintaan terbang tetap sangat kuat," ucapnya.
Simak Video "Video: United Airlines Kena Gangguan Sistem, Pesawat-pesawat Batal Terbang"
(bnl/ddn)