Terpopuler: Panduan Trekking di Bukit Lawang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terpopuler: Panduan Trekking di Bukit Lawang

Tim detikTravel - detikTravel
Kamis, 08 Okt 2026 08:45 WIB
Orang utan di Bukit Lawang
Orang utan di Bukit Lawang (Dok. Pemprov Sumut)
Jakarta -

Trekking di Bukit Lawang, Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 2004. Kawasan ini menjadi salah satu habitat orang utan Sumatera yang berstatus Critically Endangered dalam Daftar Merah IUCN.

Kemunculan orang utan saat trekking sangat bergantung pada kondisi alam, sehingga tidak dapat dipastikan. Hal ini dikarenakan mereka hidup di habitat alami.

Panduan trekking orangutan di Bukit Lawang ini membahas persiapan, pilihan durasi, dan etika saat mengamati satwa liar, agar Anda dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan Bukit Lawang Menarik bagi Wisatawan Internasional

Bukit Lawang menarik bagi wisatawan internasional karena menawarkan kesempatan untuk mengamati orang utan Sumatera di habitat alaminya. Populasi liar spesies ini diperkirakan sekitar 14.000 individu.

Dari Medan, Bukit Lawang berjarak sekitar 90 sampai 100 kilometer dengan perjalanan darat sekitar tiga sampai lima jam. Selain itu, hutan setempat juga dihuni lutung Thomas, owa, monyet makaka, dan rangkong, tetapi perjumpaan dengan satwa tersebut tidak dapat dipastikan.

ADVERTISEMENT

Pengalaman trekking di Bukit Lawang mengajak wisatawan menyusuri hutan hujan tropis bersama pemandu lokal. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan menghadapi beragam medan, mulai dari jalur menanjak, licin, dan berlumpur hingga menyeberangi sungai serta melewati area yang dihuni pacet.

Kehadiran pemandu lokal membantu wisatawan mengenali jalur, menjaga keselamatan selama perjalanan, dan mengamati satwa liar tanpa mengganggu habitat alaminya.

Persiapan sebelum Memasuki Hutan

Medan basah dan licin membuat pemilihan perlengkapan menjadi hal yang krusial sebelum melakukan trekking. Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan.

  1. Pakaian dan Alas Kaki. Gunakan pakaian ringan yang cepat kering serta sepatu dengan daya cengkeram kuat. Celana panjang dan kaus kaki disarankan untuk melindungi diri dari gigitan pacet.

  2. Pelindung Cuaca & Aktivitas Air. Bawa jaket tahan air atau ponco untuk mengantisipasi hujan. Karena jalur akan melintasi sungai, siapkan juga pakaian renang dan handuk cepat kering.

  3. Perlengkapan Pribadi. Siapkan repellent (obat anti-serangga), tabir surya, botol minum isi ulang, power bank, serta uang tunai secukupnya.

Selain perlengkapan fisik, beberapa langkah perencanaan berikut juga perlu diperhatikan.

  1. Penentuan Durasi. Pilih durasi trekking yang sesuai dengan ketersediaan waktu dan tingkat kebugaran fisik Anda.

  2. Konfirmasi Informasi. Sebelum berangkat, konfirmasikan itinerary, fasilitas, dan detail kebutuhan perjalanan kepada pihak operator agar gambaran paket lebih jelas.

  3. Pemesanan Awal. Lakukan booking sebelum tiba di lokasi, khususnya jika jadwal perjalanan Anda cukup padat.

  4. Pengarahan Pemandu. Setibanya di lokasi, ikuti briefing dan petunjuk pemandu sebelum memasuki area hutan agar kegiatan berjalan aman dan tertib.

Paket Trekking 2 Hari

Jika Anda menginginkan pengalaman lebih mendalam daripada trekking singkat, tetapi memiliki waktu perjalanan terbatas, paket dua hari dapat menjadi bahan pertimbangan. Durasi ini menawarkan keseimbangan antara waktu di hutan dan komitmen perjalanan.

Menurut informasi operator, paket dua hari termasuk salah satu paket yang paling populer di kalangan wisatawan. Karena rincian jadwal dan fasilitas dapat berbeda, tanyakan langsung kepada operator sebelum booking.

Paket Trekking 3 Hari

Bagi Anda yang memiliki waktu lebih panjang dan ingin menikmati jungle trekking dengan ritme yang lebih mendalam, paket tiga hari bisa menjadi pilihan. Durasi tambahan memberi lebih banyak waktu untuk menjelajahi lingkungan hutan, tetapi tidak menjamin Anda akan bertemu orang utan atau satwa tertentu.

Menurut informasi operator, paket ini juga termasuk salah satu yang paling populer. Pertimbangkan pula tuntutan fisiknya, lalu pastikan durasi ini cocok dengan kemampuan fisik dan rencana perjalanan Anda.

Perbandingan Paket 2 Hari dan 3 Hari

Pilihan paket trekking dua atau tiga hari dapat disesuaikan dengan waktu, kondisi fisik, dan gaya perjalanan masing-masing. Paket dua hari bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas, tetapi tetap ingin merasakan pengalaman trekking sekaligus bermalam di kawasan hutan.

Sebaliknya, paket tiga hari sesuai jika Anda punya waktu lebih panjang dan menginginkan pengalaman eksplorasi yang lebih mendalam. Jika belum yakin, tanyakan kepada operator apakah durasi pilihan Anda sesuai dengan kondisi fisik sebelum booking.

Etika Mengamati Orang Utan dan Satwa Liar

Ingat bahwa orang utan adalah satwa liar sehingga kemunculannya tidak dapat dijamin. Terdapat beberapa etika yang harus dipatuhi ketika mengamati orang utan maupun satwa liar lainnya. Dengan memahami batasan ini, Anda dapat menjalani trekking secara bertanggung jawab. Berikut adalah beberapa etika tersebut.

  1. Menjaga jarak aman adalah dasar etika saat mengamati orang utan, minimal 10 meter, karena manusia dan orang utan dapat saling menularkan penyakit dan kontak dekat berisiko membahayakan satwa.

  2. Jangan menyentuh, mengejar, atau menghalangi pergerakan orang utan.

  3. Jangan memberi makan satwa, karena praktik ini dilarang meski masih sering terjadi.

  4. Jaga suara tetap pelan.

  5. Matikan flash kamera.

  6. Ikuti instruksi pemandu.

  7. Bawa seluruh sampah keluar dari hutan.

  8. Hindari mengganggu habitat alami.

Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Rabu (7/10/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:



(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads