Formula 1 (F1) di Singapura 2026 diselenggarakan pada tanggal 9-11 Oktober 2026 di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay. Harga kamar hotel pun melonjak.
Channel News Asia (CNA) Sabtu (10/10/2026) melaporkan kenaikan harga kamar hotel di akhir pekan ini. CNA menemukan beberapa kamar yang dijual dengan harga tujuh kali lipat dari biasanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Platform pemesanan Trip.com mengatakan reservasi hotel di Singapura saat Grand Prix akan diadakan, meningkat lebih dari 80 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Carlton Hotel Singapore di Bras Basah Road mengatakan tingkat hunian mencapai antara 95 dan 98 persen dari Selasa hingga Minggu, dibandingkan dengan sekitar 82 hingga 85 persen selama minggu Oktober biasa.
Manajer umum Niall Cowan mengatakan hotel tersebut telah terisi lebih awal pada bulan Oktober ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mereka datang untuk acara bisnis menjelang akhir pekan balapan.
"Bagi kami, tentu saja itu berarti kamar-kamar penuh, tetapi bukan hanya kamar-kamar kami - restoran, bar, ruang perjamuan kami semuanya sangat sibuk," katanya.
Direktur eksekutif Singapore Tourism Board (STB) untuk pameran dan konferensi Poh Chi Chuan mengatakan kalender acara menciptakan daya tarik gravitasi tersendiri dengan memanfaatkan momentum balapan.
Banyak penyelenggara yang sengaja menjadwalkan acara bertepatan dengan Grand Prix. Bahkan, memasukkan kegiatan seputar Grand Prix ke dalam program networking mereka.
STB juga bekerja sama dengan perencana acara untuk memberi pengunjung MICE kesempatan untuk menikmati atraksi dan acara lainnya selama mereka berada di Singapura.
"Kami berharap mereka dapat tinggal, berbelanja, dan juga memperpanjang perjalanan mereka, dan benar-benar merasakan Singapura dan memiliki koneksi yang tulus dengan kota ini," kata Poh.
Pendapatan pariwisata MICE mencapai SGD 2,3 miliar (Rp 32,13 triliun) pada tahun 2025. STB menargetkan pendapatan SGD 4,5 miliar (Rp 62,87) dari sektor ini pada tahun 2040.
Meskipun harga kamar hotel untuk akhir pekan F1 Singapura 2026 melonjak naik, jumlah kamar yang terisi diprediksi akan sedikit di bawah rekor tahun 2025. Jesper Palmqvist, wakil presiden regional untuk Asia-Pasifik di perusahaan riset perhotelan Smith Travel Research (STR) menunjukkan bahwa laju pemesanan kamar pada awalnya berjalan lebih lambat, seperti dikutip dari Business Times SG.
Sebagai contoh, Hotel Wyndham melaporkan keterisian mereka berada di angka 80-an persen, sekitar 5% lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Meski demikian, performa tahun 2026 ini dinilai masih normal karena setara dengan pencapaian F1 musim 2023.
Menariknya, pola perilaku konsumen saat ini cenderung memesan di menit-menit terakhir. Memasuki waktu kurang dari dua minggu menjelang balapan, pemesanan kamar hotel langsung meningkat sangat tajam setiap harinya.
Di kawasan utama seperti Marina Bay, tingkat hunian rata-rata bahkan sudah menembus angka 82%. Pihak hotel optimis bahwa angka keterisian akhir akan tetap kokoh di kisaran 80% hingga 90% selama akhir pekan balapan berlangsung.
Di sisi lain, beberapa jaringan hotel besar justru mencatat permintaan yang sangat kuat hingga mendekati kapasitas penuh. Manajemen Hilton melaporkan bahwa seluruh properti mereka di Singapura menerima lonjakan pemesanan yang masif menjelang hari-H.
Hal serupa juga dialami oleh hotel yang baru buka, DoubleTree by Hilton Robertson Quay, yang langsung diserbu oleh para tamu sejak membuka sistem reservasi mereka. Fenomena ini membuktikan bahwa daya tarik F1 Singapura sebagai magnet pariwisata premium masih sangat kuat di mata wisatawan global.










































