Kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, semakin sulit dikendalikan. Kobaran api bahkan mendekati Camp Tanjung Harapan yang menjadi posko induk penanganan kebakaran sekaligus salah satu gerbang wisata dan pusat rehabilitasi orang utan di kawasan itu.
Situasi genting itu terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @orangudeny milik Deny Priyatna dan sejumlah pemandu wisata yang kemudian menjadi relawan pemadam kebakaran. Dalam video tersebut, Deny memperlihatkan kondisi kawasan yang dipenuhi asap tebal dan api merah membara.
Deny mengatakan dia bersama tim terpaksa mundur dari titik api akibat kobaran api yang semakin sulit ditahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita baru mundur dari titik api. Jebol, guys. Apinya sudah enggak bisa ditahan. Anginnya kencang banget," kata Deny dalam video tersebut.
Dia kemudian menjelaskan bahwa lokasi yang direkam merupakan kawasan Camp Tanjung Harapan, salah satu titik penting di Taman Nasional Tanjung Puting. Kawasan itu merupakan habitat berbagai satwa khas Kalimantan, termasuk orang utan dan bekantan.
Sarang-sarang orang utan yang berada di atas pepohonan masih dapat ditemukan di sepanjang kawasan. Orang utan diketahui membuat sarang di atas pohon untuk tempat tidur pada malam hari maupun beristirahat pada siang hari.
Selain orang utan dan bekantan, kawasan tersebut juga menjadi habitat burung khas Kalimantan seperti burung enggang atau rangkong.
Tanjung Harapan juga merupakan salah satu pintu masuk wisata TNTP dan menjadi lokasi pusat rehabilitasi orang utan. Tempat itu sekaligus stasiun pemberian makan atau feeding station buat orang utan di dalam kawasan taman nasional.
"Ini kondisi Taman Nasional Tanjung Puting sekarang. Ini di camp pertama Tanjung Harapan. Beberapa orang sudah mencoba melakukan yang terbaik, tapi sedihnya apinya jebol. Kita tidak bisa tahan karena anginnya kencang banget," ujarnya.
Menurut Deny, kobaran api juga semakin mendekati area camp. Ia menyebut upaya pemadaman telah dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk Pokdarwis Tanjung Harapan, masyarakat setempat, serta pihak lainnya.
"Kita dan teman-teman sudah melakukan yang terbaik, khususnya teman-teman Pokdarwis Tanjung Harapan, masyarakat Tanjung Harapan dan pihak lainnya juga," ujar dia.
Di tengah situasi tersebut, Deny tak mampu menyembunyikan kesedihannya melihat kondisi hutan yang terbakar.
"Ya Allah, sedih banget," kata dia lagi.
Dikutip dari detikKalimantan, kebakaran hutan di kawasan TNTP dilaporkan telah berlangsung sejak 27 Agustus 2026. Api terus menjalar, salah satunya dipicu angin kencang serta minimnya sumber air di lokasi kebakaran.
Hingga Minggu (25/10), sejumlah titik api masih dalam penanganan tim gabungan. Titik tersebut berada di kawasan Sungai Buluh Kecil, Beguruh, dan Tanjung Harapan.
