Bandara Riyadh Mulai Beroperasi Secara Terbatas

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bandara Riyadh Mulai Beroperasi Secara Terbatas

Bonauli - detikTravel
Selasa, 27 Okt 2026 05:48 WIB
Riyadh , Saudi Arabia - Mar 11 2023 : Passengers traveling through King Khalid International Airport Riyadh Airport - flight  and booking concept
Foto: Getty Images/Ayman Zaid
Riyadh -

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, mulai membuka kembali layanan penerbangan pada Minggu (25/10/2026). Belum beroperasi secara penuh, tapi sudah mulai bertahap.

Bandara Riyadh menghentikan operasionalnya sejak 10 Oktober akibat serangan yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Pembukaan kembali dilakukan secara bertahap di tengah ancaman serangan lanjutan dari kelompok Houthi yang berbasis di Yaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan bahwa bandara telah kembali beroperasi dengan kapasitas penuh, seperti dilaporkan oleh Reuters, Selasa (27/10/2026).

Dalam pengaturan baru tersebut, Terminal 1 diperuntukkan bagi penerbangan domestik, sedangkan Terminal 2 melayani penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai nasional Arab Saudi. Pengelola bandara meminta penumpang yang telah memiliki tiket untuk menghubungi maskapai masing-masing guna memastikan status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.

ADVERTISEMENT

Langkah ini dilakukan agar penumpang tidak terjebak akibat perubahan jadwal atau pembatalan mendadak, menurut laporan Arab News.

Berdasarkan laporan AFP pada Minggu, situs resmi bandara menampilkan sejumlah jadwal kedatangan internasional dari Dubai, Paris, dan Kairo. Namun, jadwal yang tersedia tidak berarti semua penerbangan tersebut benar-benar terlaksana. AFP mencatat bahwa Flightradar24 menunjukkan hanya sebagian kecil penerbangan yang berangkat, sementara sebagian besar lainnya dibatalkan.

Pemeriksaan pada papan keberangkatan dan kedatangan Flightradar24 pada Senin, 26 Oktober, menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan masih berlangsung, tetapi status setiap penerbangan berbeda-beda. Beberapa rute domestik yang tercantum antara lain Riyadh-Jeddah, Riyadh-Dammam, Riyadh-Abha, Riyadh-Tabuk, dan Riyadh-Madinah.

Untuk rute internasional, papan keberangkatan mencantumkan layanan menuju Dubai, Doha, Abu Dhabi, Kairo, Kuwait City, Bahrain, dan Muscat. Contohnya, penerbangan Saudia SV313 menuju Kairo tercantum dengan perkiraan keberangkatan pukul 16.30 waktu setempat, sedangkan SV572 menuju Abu Dhabi tercantum pada jadwal keberangkatan hari itu. Status terjadwal atau perkiraan berangkat tidak boleh dianggap sebagai bukti bahwa pesawat sudah lepas landas.

Situasi keamanan semakin mengkhawatirkan karena kelompok Houthi kembali mengklaim telah menyerang bandara Riyadh beberapa jam setelah pengumuman pembukaan kembali.

Juru bicara kelompok tersebut, Yahya Saree, memperingatkan bahwa bandara masih dianggap sebagai sasaran militer. Sementara itu, pihak Arab Saudi melaporkan adanya upaya pencegatan rudal dan pesawat nirawak di sejumlah wilayah.

Klaim serangan baru terhadap bandara belum dikonfirmasi secara terpisah oleh otoritas Saudi dalam laporan AFP yang diterbitkan pada Senin (26/10/2026).

Penutupan bandara selama hampir dua pekan juga berdampak pada perjalanan masyarakat dan kegiatan ekonomi. Konferensi investasi utama Arab Saudi ditunda hingga 2027, sedangkan sejumlah acara lain ikut dibatalkan, ditunda, atau dipindahkan. Pemulihan layanan diperkirakan tetap bergantung pada situasi di lapangan dengan penerbangan yang mulai kembali berjalan, meski risiko keamanan belum mereda.

Penumpang yang hendak bepergian melalui Riyadh perlu memeriksa status penerbangan secara langsung melalui maskapai dan papan keberangkatan Flightradar24, karena jadwal dan status penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu.



(bnl/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads