Tips Anti Mabuk Darat di Kelok 44
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Anandita Puspitasari|11120|SUMBAR|13

Tips Anti Mabuk Darat di Kelok 44

- detikTravel
Selasa, 26 Apr 2011 17:21 WIB
Tips Anti Mabuk Darat di Kelok 44
SUMATERA BARAT - Sumatera Barat sudah dikenal dengan konturnya yang berbukit-bukit dan jalanannya yang berkelok- kelok. Ciri khas yang unik dan tak bisa ditemukan di tempat lain. Keindahan alam yang menemani di sepanjang jalan membuatnya lebih menarik lagi untuk dijelajahi. Hijau perbukitan, hamparan sawah yang tertata rapi, sungai dan danau yang masih tampak alami menambah keistimewaan propinsi ini.


Jauh-jauh hari teman saya mengingatkan tentang kemungkinan mabuk darat selama jalan-jalan di Sumatera Barat. Saya mengabaikannya karena toh sudah terbiasa melakukan perjalanan ke banyak kota. Namun tak urung saya merasa agak mual ketika pergi ke Painan di hari pertama. Jalanannya berkelok-kelok, naik turun dan seringkali mobil kami ngebut. Syukurlah mualnya nggak bertambah parah. Tapi saya jadi khawatir dengan rencana pergi ke Kelok 44, Kabupaten Agam beberapa hari setelahnya.

Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya lalu mendapat berbagai tips untuk mencegah mabuk darat yang berguna juga untuk perjalanan di tempat lain. Tips-tipsnya adalah:

Β Β  1. Makan dengan cukup, jangan terlalu kenyang
Β Β  2. Bila mual mulai terasa, makanlah permen yang bikin segar
Β Β  3. Tidur atau mendengarkan musik supaya merasa rileks
Β Β  4. Jangan membaca di mobil, kadang bikin pusing
Β Β  5. Bila gampang mabuk, hindari duduk di belakang
Β Β  6. Minum obat anti mabuk

Β 

Sore kemarin, kami melewati Kelok 44 dalam perjalanan menuju Danau Maninjau. Ya, kelokan- kelokannya memang sadis, banyak U-turn di mana-mana! Klakson harus sering dinyalakan untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan yang berasal dari arah berlawanan. Beberapa bagian dibatasi hanya dengan pagar pendek dan pepohonan, membuatnya semakin terasa menegangkan.

Β 

Kami senang bisa melewati Kelok 44 tanpa gangguan apapun, termasuk mual. Sepanjang jalan kami dikelilingi oleh putihnya kabut di sisi kiri dan hijaunya pepohonan di sisi kanan. Kabut tebal yang menggantung pada sore tadi membuat saya tak percaya kami masih di daratan yang sama. Semakin ke bawah, kabut di atas Danau Maninjau membuatnya tampak seperti danau di negeri di awan. Sungguh indah. Sungguh cantik.



(adt/adt)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads