Jauh-jauh hari teman saya mengingatkan tentang kemungkinan mabuk darat selama jalan-jalan di Sumatera Barat. Saya mengabaikannya karena toh sudah terbiasa melakukan perjalanan ke banyak kota. Namun tak urung saya merasa agak mual ketika pergi ke Painan di hari pertama. Jalanannya berkelok-kelok, naik turun dan seringkali mobil kami ngebut. Syukurlah mualnya nggak bertambah parah. Tapi saya jadi khawatir dengan rencana pergi ke Kelok 44, Kabupaten Agam beberapa hari setelahnya.
Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β Β 1. Makan dengan cukup, jangan terlalu kenyang
Β Β 2. Bila mual mulai terasa, makanlah permen yang bikin segar
Β Β 3. Tidur atau mendengarkan musik supaya merasa rileks
Β Β 4. Jangan membaca di mobil, kadang bikin pusing
Β Β 5. Bila gampang mabuk, hindari duduk di belakang
Β Β 6. Minum obat anti mabuk
Β
Sore kemarin, kami melewati Kelok 44 dalam perjalanan menuju Danau Maninjau. Ya, kelokan- kelokannya memang sadis, banyak U-turn di mana-mana! Klakson harus sering dinyalakan untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan yang berasal dari arah berlawanan. Beberapa bagian dibatasi hanya dengan pagar pendek dan pepohonan, membuatnya semakin terasa menegangkan.
Β
Kami senang bisa melewati Kelok 44 tanpa gangguan apapun, termasuk mual. Sepanjang jalan kami dikelilingi oleh putihnya kabut di sisi kiri dan hijaunya pepohonan di sisi kanan. Kabut tebal yang menggantung pada sore tadi membuat saya tak percaya kami masih di daratan yang sama. Semakin ke bawah, kabut di atas Danau Maninjau membuatnya tampak seperti danau di negeri di awan. Sungguh indah. Sungguh cantik.
(adt/adt)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
11 Bandara Papua Ditutup