Tak sedikit turis asing yang mampir dan menjadikan Melaka sebagai destinasi liburan mereka. Maka, banyak cara yang dilakukan traveler untuk menikmati kota ini salah satunya dengan pergi ke tempat-tempat bersejarah seperti gereja Saint Paul juga Jonker Street.
Namun sebelum pergi ke tempat-tempat tersebut ada beberapa tips yang bisa anda terapkan agar membuat jalan-jalan anda di Melaka lebih nyaman. Disusun detikTravel, Senin (2/9/2013) ini 6 tips jitunya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Udara di kota ini cukup panas di waktu siang. Maka ada baiknya, Anda membawa bekal pakaian yang nyaman di tubuh dan dapat menyerap keringat seperti kaos.
Tak hanya itu, bawa juga topi untuk melindungi wajah dari paparan cahaya matahari. Boleh juga memakai sun block ber-SPF tinggi sebelum keluar.
2. Jalan kaki lebih seru
Jalan-jalan menikmati Kota Melaka lebih seru dilalui dengan berjalan kaki. Sebab, kota ini punya banyak tempat wisata bersejarah yang letaknya cukup berdekatan. Di antaranya gereja Saint Paul dan Porta de Santiago yang bisa dicapai hanya 10 menit dari pusat kota Hatten Square.
Terlebih ketika mengunjungi Jonker Street di utara Saint Paul. Kawasan yang juga disebut Old town of Melaka ini dihiasi pertokoan dan rumah makan khas setempat yang merupakan makanan peranakan Melayu dan China.
3. Naik sepeda juga bisa!
Jika enggan berjalan kaki, Anda bisa menyewa sepeda untuk berkeliling kota Melaka. Di kawasan Jonker Street, ada tempat penyewaan sepeda yang mematok harga sekitar 20 Ringgit (Rp 66 ribu) bila Anda ingin memakai sepeda untuk jalan-jalan selama seharian.
4. Jangan ragu untuk menawar harga bila membeli suvenir
Sebagai kota tujuan wisata, Melaka juga dipenuhi toko-toko yang menjual suvenir khas daerah setempat. Toko-toko tersebut tersebar di kawasan Red Square, Porta de Santiago hingga Jonker Street.
Nah, bila anda ingin membeli berbagai suvenir seperti kaos hingga patung, jangan ragu untuk menawar harganya. Beberapa pedagang tak keberatan memotong harga hingga 5 persen dari harga aslinya. Misal, patung Buddha seharga 58 Ringgit (Rp 203 ribu) bisa Anda bawa pulang dengan harga 48 Ringgit (Rp 168 ribu).
5. Ingin penginapan murah, datanglah ke Jonker Street
Sebagai tujuan wisata, kawasan Melaka dipenuhi hotel-hotel berbintang lima dan ternama. Namun bila Anda ingin liburan ala backpacker, bisa mencari penginapan murah di kawasan Jonker Street. Rata-rata mereka menarifkan sewa kamar seharga 60 Ringgit permalam atau setara Rp 200 ribuan.
Fasilitasnya tak jauh beda, tersedia juga air panas dan dingin untuk bilas dan mandi. Ada pula kamar yang disewakan oleh masyarakat yang memiliki rumah di kawasan tersebut. Harga sewanya sekitar 40 Ringgit atau Rp 140 ribuan per malam. Yang berbeda dalam segi fasilitas hanyalah, tak selalu tersedia air panas di toilet dalam kamar yang diinapi.
5. Jika ingin belanja, pergilah sebelum pukul 22.00
Beberapa toko suvenir dan oleh-oleh di Melaka tutup pada pukul 22.00. Sedangkan toko-toko yang buka hingga larut hanya pusat makanan juga apotik serta mini market.
Jika ingin belanja oleh-oleh tanpa terkena panas, malam hari adalah waktu yang baik. Namun jangan kelewat malam atau usahakan mulai berburu cinderamata sebelum pukul 22.00 waktu setempat.
Jika ingin belanja lebih murah, pergilah ke kawasan Newton yang terletak di pusat kota Hatten Square yang hanya buka pada malam hari. Harga suvenir di sana, jauh lebih murah ketimbang harga suvenir yang dijual di beberapa tempat seperti Red Square maupun Jonker Street.
6. Pergi sendiri atau beramai-ramai
Sebenarnya, pergi ke Melaka seorang diri tak masalah. Selama Anda yakin mampu menjaga diri. Kawasan ini cukup nyaman dikunjungi bila Anda ingin menghabiskan waktu dengan diri sendiri. Terlebih, situasi Melaka cukup aman.
Polisi banyak bersiaga di beberapa titik untuk memastikan keamanan setempat. Namun jika kurang yakin, sebaiknya hindari keluar sendirian. Pergilah minimal bersama seorang teman. Dengan pergi berdua, tentu Anda akan lebih aman karena bisa saling menjaga.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi