Bersyukurlah, Indonesia punya banyak tempat untuk rafting. Ada Sungai Alas di Aceh, Sungai Citarik di Sukabumi, Sungai Elo di Magelang, Sungai Ayung di Bali, dan masih banyak lagi. Tapi ingat-ingat, ada banyak hal yang harus Anda perhatikan jika mau coba olahraga yang satu ini.
Berikut 6 tips rafting dari wawancara bersama Tonny Dumalang, pelatih tim Arus Liar wakil Pemda DKI, Rabu (18/9/2013):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum rafting, baiknya peserta memberitahu pemandu soal kondisi kesehatan. Baiknya lagi, di jauh hari setelah memesan paket rafting dan sebelum pergi ke sungai," kata Tonny.
Kondisi kesehatan sangat mempengaruhi kegiatan rafting Anda. Jagalah kondisi tubuh dengan istirahat teratur, berolahraga, dan membuat jadwal pola makan yang tepat tiga kali sehari. Jika Anda punya riwayat penyakit seperti jantung atau hipertensi baiknya bicarakan dengan pemandu rafting. Kondisi yang fit bakal membuat kegiatan rafting terasa menyenangkan, begitu pun sebaliknya.
"Jangan malu untuk bilang tentang kondisi dan riwayat kesehatan kepada pemandu. Untuk mendapatkan badan yang fit, baiknya cukup tidur sebelumnya," kata Tonny.
2. Cari informasi operator tur rafting
Tonny menekankan, baiknya wisatawan cermat memilih operatur tur yang menjual kegiatan rafting. Baiknya mereka mencari tahu sedetil-detilnya tentang perusahaan tersebut dan track record perusahaan itu dalam melayani kegiatan rafting.
"Jangan hanya telepon saja untuk memesan paket rafting. Datangi langsung dan lihat kantornya, tanya dia punya berapa team leader dan team rescue. Operator tur pun juga harus memberikan informasi sebanyak-banyaknya," tegas Tonny.
Jika operator tur sudah berpengalaman, perjalanan Anda dijamin aman dan nyaman. Tonny mengingatkan untuk tidak sembarangan memilih paket rafting murah.
"Kalau paket rafting murah, itu harus dipertanyakan bagaimana sistem safety dan rescue-nya," kata Tonny.
3. Cek kondisi kendaraan sebelum rafting
"Ini justru yang paling sering dilupakan orang, yaitu cek kondisi kendaraan sebelum berangkat ke tempat rafting," tutur Tonny.
Ada banyak kendaraan untuk menuju tempat rafting, mulai dari motor, mobil hingga bus wisata. Sebaiknya wisatawan harus mempelajari terlebih dulu kondisi medan perjalanan.
"Kebanyakan jalan menuju tempat rafting itu masih belum bagus, belum diaspal. Nah, kendaraan harus bagus kondisinya agar bisa melewati jalan tersebut. Periksa rem dan kondisi ban. Jangan sampai celaka dulu sebelum rafting," ungkap Tonny.
4. Penting! Dengarkan penjelasan pemandu
Sebelum terjun ke sungai, team leader atau pemandu akan memberikan briefing tentang perjalanan rafting, baik itu kondisi sungai, dan hal-hal yang bakal dialami selama perjalanan. Tak hanya itu, pemandu juga akan mengajarkan hal-hal apa saja yang harus dilakukan jika perahu terbalik atau arus sungai berubah menjadi kencang karena cuaca.
"Pemandu harus memberikan informasi perjalanan dan peserta harus mendengarkan sebaik mungkin!" tegas Tonnny.
Tak hanya sebelum rafting, peserta harus mengikuti arahan pemandu saat sedang mengarungi sungai. Meski keselamatan peserta ada di tangan pemandu dan tim penyelamat, baiknya Anda juga bisa menjaga diri selama perjalanan.
"Kalau bisa saling mengingatkan sesama peserta," imbuh Tonny.
5. Bawa kamera underwater
Rupanya, ada banyak pemandangan keren yang bakal Anda jumpai sepanjang rafting mengarungi sungai. Untuk itu, Anda baiknya membaa kamera dengan casing underwater atau tahan air.
"Sepanjang sungai itu ada banyak pemandangan bagus, peserta bisa lihat hutan rimbun dan berbagai satwa-satwanya," terang Tonny.
Selain untuk memotret keindahan alam, kamera tersebut juga bisa merekam keseruan Anda selama rafting. Itu bisa jadi kenang-kenangan yang tak terlupakan bukan?
6. Cek kondisi kesehatan setelah rafting
"Sebelum pulang, cek lagi kesehatan Anda," kata Tonny.
Tonnya menambahkan, baiknya peserta bilang ke pemandu mengenai kondisi kesehatan setelah rafting. Apakah itu ada bagian yang terkilir atau gangguan kesehatan lainnya, pemandu baiknya tetap memberikan pelayanan yang baik meski kegiatan rafting sudah berakhir.
"Beberapa kasus, ada orang yang harus masuk rumah sakit karena saat jalan pulang tensi darahnya itu naik. Ada juga beberapa yang kena serangan jantung. Pokoknya bilang ke pemandu kalau Anda merasakan keluhan dan kondisi badan tidak stabil," pungkas Tonny.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran