Jakarta -
Traveling ke suatu tempat, belum sah kalau tak mengunjungi pasar tradisional. Sebelum memotret sana-sini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan termasuk etika. Berikut 5 tips penting sebelum memotret di pasar.
Dari CNN Travel, Selasa (18/2/2014), berikut 5 tips penting memotret di pasar tradisional:
1. Kotor dan berantakan, tak masalah!
(Nadia Lancy/CNN)
|
Di pasar tradisional, Anda mungkin tak dihadapkan dengan sesuatu yang indah dipandang. Alih-alih bunga warna-warni, traveler akan melihat daging mentah berwarna merah yang berdarah-darah atau jalanan yang becek.
Namun, kotor dan berantakan bukan berarti foto Anda menjadi tak menarik. Istilahnya 'ugly beautiful', sebuah foto yang menunjukkan peristiwa dengan sudut yang bagus. Jadi, tak perlu kuatir kalau objek yang difoto tak indah atau bagus.
2. Fokus pada raut wajah
(Nadia Lancy/CNN)
|
Barang-barang dagangan di pasar memang jadi objek foto menarik. Namun jangan lupa, ada para penjual yang menjadi objek foto human interest yang bagus.
Datangi gerai mereka kemudian ajaklah mengobrol. Jangan lupa minta izin untuk memotret wajah atau dagangan mereka. Buat suasana menjadi cair, agar Anda mendapatkan foto dengan raut wajah yang tidak kaku.
3. Dekatkan lensa pada objek foto
(Nadia Lancy/CNN)
|
Pasar tradisional, secara keseluruhan, bukanlah objek cantik untuk difoto. Namun Anda bisa mendapatkan foto-foto indah dengan mendekatkan lensa pada objek foto, termasuk barang dagangan.
Mulai dari buah-buahan, biji jagung, sampai seember kacang-kacangan bisa jadi objek foto cantik kalau menggunakan fitur zoom atau makro. Anda juga bisa memotret proses produksi barang dagangan tersebut.
4. Automatic White Balance
(Nadia Lancy/CNN)
|
Memotret di pasar tradisional, berarti Anda akan dihadapkan dengan beragam pencahayaan mulai dari outdoor sampai indoor. Oleh karena itu, pilihan paling tepat dan mudah adalah dengan mengaktifkan Automatic White Balance pada kamera DSLR.
Dengan begitu, Anda tak perlu kuatir soal penyesuaian lensa dengan cahaya yang ada. Anda pun bisa mengedit kembali foto-foto tersebut sesampainya di rumah.
5. Beli sesuatu
(Nadia Lancy/CNN)
|
Cara paling baik untuk mengakrabkan diri dengan para penjual adalah dengan membeli barang dagangannya. Pilih sendiri dagangan yang akan Anda beli, misalnya buah atau peralatan makan.
Usai membeli, Anda bisa meminta izin untuk mengambil foto. Mintalah dengan baik-baik agar para penjual mau berpose sesuai yang Anda inginkan.
Di pasar tradisional, Anda mungkin tak dihadapkan dengan sesuatu yang indah dipandang. Alih-alih bunga warna-warni, traveler akan melihat daging mentah berwarna merah yang berdarah-darah atau jalanan yang becek.
Namun, kotor dan berantakan bukan berarti foto Anda menjadi tak menarik. Istilahnya 'ugly beautiful', sebuah foto yang menunjukkan peristiwa dengan sudut yang bagus. Jadi, tak perlu kuatir kalau objek yang difoto tak indah atau bagus.
Barang-barang dagangan di pasar memang jadi objek foto menarik. Namun jangan lupa, ada para penjual yang menjadi objek foto human interest yang bagus.
Datangi gerai mereka kemudian ajaklah mengobrol. Jangan lupa minta izin untuk memotret wajah atau dagangan mereka. Buat suasana menjadi cair, agar Anda mendapatkan foto dengan raut wajah yang tidak kaku.
Pasar tradisional, secara keseluruhan, bukanlah objek cantik untuk difoto. Namun Anda bisa mendapatkan foto-foto indah dengan mendekatkan lensa pada objek foto, termasuk barang dagangan.
Mulai dari buah-buahan, biji jagung, sampai seember kacang-kacangan bisa jadi objek foto cantik kalau menggunakan fitur zoom atau makro. Anda juga bisa memotret proses produksi barang dagangan tersebut.
Memotret di pasar tradisional, berarti Anda akan dihadapkan dengan beragam pencahayaan mulai dari outdoor sampai indoor. Oleh karena itu, pilihan paling tepat dan mudah adalah dengan mengaktifkan Automatic White Balance pada kamera DSLR.
Dengan begitu, Anda tak perlu kuatir soal penyesuaian lensa dengan cahaya yang ada. Anda pun bisa mengedit kembali foto-foto tersebut sesampainya di rumah.
Cara paling baik untuk mengakrabkan diri dengan para penjual adalah dengan membeli barang dagangannya. Pilih sendiri dagangan yang akan Anda beli, misalnya buah atau peralatan makan.
Usai membeli, Anda bisa meminta izin untuk mengambil foto. Mintalah dengan baik-baik agar para penjual mau berpose sesuai yang Anda inginkan.
(sst/sst)
Komentar Terbanyak
Terpopuler: Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Sempat Terdeteksi di Masjid
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Peluang Emas Argentina Jadi Bahan Ejekan Bandara Ini