Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Traveling dengan Pasangan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Traveling dengan Pasangan

- detikTravel
Selasa, 14 Okt 2014 09:21 WIB
Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Traveling dengan Pasangan
(Thinkstock)
Jakarta - Traveling dengan pasangan bisa mengajarkan banyak hal. Anda berdua dapat lebih kompak dan saling memahami kekurangan satu sama lain. Agar perjalanan lebih berkesan dan nyaman, jangan lakukan 5 hal ini.

Traveling bersama pasangan patut dicoba dan terasa lebih asyik. Anda bersama-sama dapat memandangi sunset yang romantis atau saling bersusah payah mendaki puncak gunung yang menjanjikan pemandangan cantik di atasanya.

Disusun detikTravel, Selasa (14/10/2014) berikut 5 hal yang harus dihindari saat traveling dengan pasangan:

(Thinkstock)

1. Asyik bermain gadget

(Thinkstock)
Sulit rasanya lepas dari gadget saat traveling. Tangan seolah gatal, ingin meng-upload postingan foto yang bagus di media sosial atau menceritakan pengalaman yang ditemui. Di satu sisi, hal tersebut jadi bumerang bagi pasangan Anda sendiri.

Bisa saja pasangan Anda merasa diabaikan, karena Anda sendiri terlalu asyik bermain gadget. Main gadget boleh tapi jangan sampai lupa waktu dan sampai melupakan pasangan.

2. Terlalu banyak mengeluh

(Thinkstock)
Traveling bakal banyak menguras tenaga. Bagi traveler yang tak biasa berjalan kaki jarak jauh, kaki bakal terasa lebih pegal. Belum lagi jika matahari sedang terik, keringat bakal terus mengucur deras.

Namun ingat, mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Sekali dua kali wajarlah, namun kalau terlalu banyak, bisa-bisa pasangan Anda gerah mendengarnya dan malah jadi kesal. Hadapi dan nikmati saja, kapan lagi susah-susahan bareng pasangan?

3. Bertindak egois

(Thinkstock)
Traveling bersama pasangan, artinya menggabungkan dua pikiran dalam satu perjalanan. Bisa saja, pasangan Anda mungkin lebih suka menghabiskan waktu di pantai. Sedangkan Anda sendiri, lebih asyik menghabiskan waktu di museum.

Untuk itu, jangan pernah sekali-kali membuat keputusan sendiri saat traveling bersama pasangan. Selalu diskusikan, destinasi-destinasi yang Anda berdua tuju.

Ada saatnya Anda mengalah dan ada saatnya pula sang pasangan yang harus berlapang dada. Ketika sudah membuat keputusan sendiri, itu egois namanya.

4. Cuek dengan barang bawaan pasangan

(Thinkstock)
Ketika traveling bareng pasangan, maka tanggung jawabnya lebih besar. Salah satunya adalah bertanggung jawab pada barang bawaan. Selain barang bawaan sendiri, tentu Anda harus peduli dengan barang bawaan pasangan.

Selalu ingatkan barang-barang yang dia bawa, seperti gadget atau kacamata hitam misalnya agar tidak tertinggal. Tentu Anda tidak mau, sang kekasih sedih karena barang-barangnya tertinggal bukan?

5. Suka membanding-bandingkan

(Thinkstock)
Poin yang terakhir ini mungkin sering terjadi pada traveler yang pergi bersama pasangan, tapi tidak menyadarinya. Jangan pernah membanding-bandingkan pengalaman traveling Anda ketika melancong bersama teman-teman dan ketika bersama pasangan.

Bisa saja Anda kelepasan bicara, kalau traveling bareng si A lebih asyik dan tidak suka mengeluh. Atau, si B orangnya mau diajak berjalan kaki yang jauh dan mendatangi tempat-tempat yang baru.

Tak ada gunanya Anda membanding-bandingkan teman dan pasangan ketika traveling. Bisa saja perasaan dia terluka, dan perjalanan Anda berdua jadi penuh duka daripada sukanya.
Halaman 2 dari 7
Sulit rasanya lepas dari gadget saat traveling. Tangan seolah gatal, ingin meng-upload postingan foto yang bagus di media sosial atau menceritakan pengalaman yang ditemui. Di satu sisi, hal tersebut jadi bumerang bagi pasangan Anda sendiri.

Bisa saja pasangan Anda merasa diabaikan, karena Anda sendiri terlalu asyik bermain gadget. Main gadget boleh tapi jangan sampai lupa waktu dan sampai melupakan pasangan.

Traveling bakal banyak menguras tenaga. Bagi traveler yang tak biasa berjalan kaki jarak jauh, kaki bakal terasa lebih pegal. Belum lagi jika matahari sedang terik, keringat bakal terus mengucur deras.

Namun ingat, mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Sekali dua kali wajarlah, namun kalau terlalu banyak, bisa-bisa pasangan Anda gerah mendengarnya dan malah jadi kesal. Hadapi dan nikmati saja, kapan lagi susah-susahan bareng pasangan?

Traveling bersama pasangan, artinya menggabungkan dua pikiran dalam satu perjalanan. Bisa saja, pasangan Anda mungkin lebih suka menghabiskan waktu di pantai. Sedangkan Anda sendiri, lebih asyik menghabiskan waktu di museum.

Untuk itu, jangan pernah sekali-kali membuat keputusan sendiri saat traveling bersama pasangan. Selalu diskusikan, destinasi-destinasi yang Anda berdua tuju.

Ada saatnya Anda mengalah dan ada saatnya pula sang pasangan yang harus berlapang dada. Ketika sudah membuat keputusan sendiri, itu egois namanya.

Ketika traveling bareng pasangan, maka tanggung jawabnya lebih besar. Salah satunya adalah bertanggung jawab pada barang bawaan. Selain barang bawaan sendiri, tentu Anda harus peduli dengan barang bawaan pasangan.

Selalu ingatkan barang-barang yang dia bawa, seperti gadget atau kacamata hitam misalnya agar tidak tertinggal. Tentu Anda tidak mau, sang kekasih sedih karena barang-barangnya tertinggal bukan?

Poin yang terakhir ini mungkin sering terjadi pada traveler yang pergi bersama pasangan, tapi tidak menyadarinya. Jangan pernah membanding-bandingkan pengalaman traveling Anda ketika melancong bersama teman-teman dan ketika bersama pasangan.

Bisa saja Anda kelepasan bicara, kalau traveling bareng si A lebih asyik dan tidak suka mengeluh. Atau, si B orangnya mau diajak berjalan kaki yang jauh dan mendatangi tempat-tempat yang baru.

Tak ada gunanya Anda membanding-bandingkan teman dan pasangan ketika traveling. Bisa saja perasaan dia terluka, dan perjalanan Anda berdua jadi penuh duka daripada sukanya.

(shf/shf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads