6 Tips Penting Menawar Harga di Negeri Orang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

6 Tips Penting Menawar Harga di Negeri Orang

- detikTravel
Jumat, 07 Nov 2014 13:50 WIB
6 Tips Penting Menawar Harga di Negeri Orang
(Thinkstock)
Jakarta - Penting bagi Anda untuk menawar harga saat traveling di luar negeri, baik di pasar tradisional maupun transportasi lokal. Namun sebelum tawar-menawar, ada beberapa tips penting yang wajib diperhatikan. Apa saja?

Dihimpun detikTravel, Jumat (7/11/2014), ada 6 tips penting saat menawar harga. Hal ini berlaku saat Anda traveling ke kota lain, terlebih lagi ke negara lain:

1. Ketahui kisaran harga barang

(Thinkstock)
Sebelum tiba di destinasi tujuan, ada baiknya Anda mencari tahu kisaran harga barang maupun transportasi lokal. Berapa kisaran ongkos bajaj atau tuk-tuk, harga makanan khas pinggir jalan, serta harga suvenir yang sekiranya Anda incar.

Hal ini penting diketahui sebelum Anda menawar harga. Adakalanya, pedagang yang kerap melayani turis memberi harga sampai 2 kali lipat dari aslinya. Kalau sudah begini, Anda baiknya menawar mulai dari 1/4 harga aslinya.

2. Jangan menawar jika tak benar-benar ingin membeli barang

(Thinkstock)
Anda pasti pernah melihat hal ini: seorang traveler yang menawar harga suvenir dengan sangat rendah, kemudian ketika hampir mencapai kesepakatan harga, traveler tersebut tidak jadi membeli dengan alasan hanya melihat-lihat.

Jangan lakukan hal tersebut. Selain membuang-buang waktu traveling, Anda juga akan merepotkan si pedagang. Menawarlah secara serius jika Anda benar-benar ingin membeli barang tersebut.

3. Tawar setengah harga

(Thinkstock)
Ya, ini jurus yang paling banyak dilakukan traveler. Mayoritas turis menawar setengah harga dari yang disebut si penjual. Ini memang langkah yang benar, namun apa jadinya jika pedagang sudah melipatgandakan harga aslinya?

Oleh karena itu Anda perlu mengetahui kisaran harga barang tersebut. Jika harga yang disebut memang sesuai, barulah Anda boleh menawar mulai dari setengahnya.

4. Bertingkah cuek

(Thinkstock)
Ini trik lama, namun cukup ampuh saat tawar-menawar. Bertingkahlah cuek dan tak tertarik, meski Anda naksir mati-matian dengan barang incaran. Jangan terlalu bersemangat menawar, hal ini membuat si penjual urung menurunkan harga barang tersebut.

Bertingkahlah cuek dan apa adanya. Jika si penjual masih mematok harga terlalu mahal untuk Anda, jangan sungkan untuk tersenyum dan pergi. Anda bisa mencarinya di toko lain, atau mencari suvenir lain. Meski nyatanya, kebanyakan penjual akan memanggil Anda untuk kembali negosiasi.

5. Tawar harga dalam mata uang lokal

(Thinkstock)
Banyak negara yang menerima USD sebagai alat pembayaran. Di Kamboja misalnya, Anda bisa bertransaksi dengan mata uang lokal (Riel) atau USD. Namun alangkah baiknya Anda menawar dalam mata uang lokal, sama seperti yang warga lokal lakukan.

Ini karena pecahan kebanyakan mata uang lebih kecil dibanding USD. Anda akan rugi jika harga barang dibulatkan dalam USD.

6. Jangan emosi ya!

(Thinkstock)
Nah, ini yang penting. Jangan karena si penjual urung memberikan harga sesuai keinginan Anda, kemudian Anda pun menjadi marah yang berujung pada bad mood seharian. Ingat, agenda traveling baiknya dijalani dengan senang.

Jangan sampai adu mulut dengan pedagang menjadi perusak agenda traveling Anda. Toh nanti saat pulang, mungkin Anda sudah lupa kejadian tersebut.
Halaman 2 dari 7
Sebelum tiba di destinasi tujuan, ada baiknya Anda mencari tahu kisaran harga barang maupun transportasi lokal. Berapa kisaran ongkos bajaj atau tuk-tuk, harga makanan khas pinggir jalan, serta harga suvenir yang sekiranya Anda incar.

Hal ini penting diketahui sebelum Anda menawar harga. Adakalanya, pedagang yang kerap melayani turis memberi harga sampai 2 kali lipat dari aslinya. Kalau sudah begini, Anda baiknya menawar mulai dari 1/4 harga aslinya.

Anda pasti pernah melihat hal ini: seorang traveler yang menawar harga suvenir dengan sangat rendah, kemudian ketika hampir mencapai kesepakatan harga, traveler tersebut tidak jadi membeli dengan alasan hanya melihat-lihat.

Jangan lakukan hal tersebut. Selain membuang-buang waktu traveling, Anda juga akan merepotkan si pedagang. Menawarlah secara serius jika Anda benar-benar ingin membeli barang tersebut.

Ya, ini jurus yang paling banyak dilakukan traveler. Mayoritas turis menawar setengah harga dari yang disebut si penjual. Ini memang langkah yang benar, namun apa jadinya jika pedagang sudah melipatgandakan harga aslinya?

Oleh karena itu Anda perlu mengetahui kisaran harga barang tersebut. Jika harga yang disebut memang sesuai, barulah Anda boleh menawar mulai dari setengahnya.

Ini trik lama, namun cukup ampuh saat tawar-menawar. Bertingkahlah cuek dan tak tertarik, meski Anda naksir mati-matian dengan barang incaran. Jangan terlalu bersemangat menawar, hal ini membuat si penjual urung menurunkan harga barang tersebut.

Bertingkahlah cuek dan apa adanya. Jika si penjual masih mematok harga terlalu mahal untuk Anda, jangan sungkan untuk tersenyum dan pergi. Anda bisa mencarinya di toko lain, atau mencari suvenir lain. Meski nyatanya, kebanyakan penjual akan memanggil Anda untuk kembali negosiasi.

Banyak negara yang menerima USD sebagai alat pembayaran. Di Kamboja misalnya, Anda bisa bertransaksi dengan mata uang lokal (Riel) atau USD. Namun alangkah baiknya Anda menawar dalam mata uang lokal, sama seperti yang warga lokal lakukan.

Ini karena pecahan kebanyakan mata uang lebih kecil dibanding USD. Anda akan rugi jika harga barang dibulatkan dalam USD.

Nah, ini yang penting. Jangan karena si penjual urung memberikan harga sesuai keinginan Anda, kemudian Anda pun menjadi marah yang berujung pada bad mood seharian. Ingat, agenda traveling baiknya dijalani dengan senang.

Jangan sampai adu mulut dengan pedagang menjadi perusak agenda traveling Anda. Toh nanti saat pulang, mungkin Anda sudah lupa kejadian tersebut.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads