Pernahkah terpikir di benak traveler, cara kita menyeduh teh atau cara meminumnya sudah benar atau malah salah? Jika masih ragu, memang sudah saatnya menanyakan langsung kepada ahlinya.
detikTravel sewaktu mengikuti wisata workshop mengenal jenis-jenis teh dari Tea House by Yixing Xuan di Singapura Senin (25/7) pekan lalu, memperhatikan betul cara Charlene Low, sang ahli teh ketika menyajikan teh hangat kepada kami. Rupanya cara dia menyeduh teh, sangat berbeda dengan apa yang kita lakukan sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini kita pasti menyeduh teh kemudian mendiamkannya lama. Itu cara yang salah. Sebaiknya menyeduh teh sebentar saja, karena bila terlalu lama daun teh akan terbakar. Menyeduh teh yang baik, harus melalui beberapa tahapan. Sekali menuang daun teh ke dalam teko, bisa digunakan sampai 7 kali penyeduhan," jelas Charlene.
Charlene saat menuangkan air panas ke dalam teko (Wahyu/detikTravel) |
Charlene pun menjelaskan tahapan demi tahapan yang baik dan benar ketika meminum teh. Pertama-tama siapkan dulu gelas yang akan digunakan, untuk mensterilisasi gelas, tuangkan air panas dari teko hingga membasahi gelas. Dengan menggunakan penjepit, tuang air panas hingga gelasnya kosong.
Kemudian tuangkan beberapa sendok daun teh ke dalam teko tanah liat yang sudah disiapkan. Banyaknya daun teh, tergantung dari banyaknya tamu yang ingin dijamu. Biasanya cukup 3-4 sendok kecil, setelah itu tuangkan air panas ke dalam teko tanah liat yang sudah berisi daun teh.
"Seduhan pertama dan kedua harus kita buang karena fungsinya hanya untuk membasahi daun teh. Kita bisa menggunakan seduhan ketiga dan seterusnya, sampai seduhan ketujuh. Setiap kali diseduh rasa tehnya pasti akan berbeda," ujar Charlene.
Setelah 2 seduhan pertama dibuang, Charlene kemudian menuangkan kembali air panas ke dalam teko berisi daun teh. Sebagai sentuhan terakhir, air panas kembali disiramkan di atas teko. Fungsinya untuk mengunci suhu agar tetap hangat.
Lalu bagaimana cara meminumnya? Charlene pun mengajari kami cara meminum teh yang baik dan benar. Pertama-tama, siapkan dulu gelas yang akan digunakan. Untuk traveler tahu, ada 2 gelas yang dipakai, satu berbentuk bulat panjang dan satu berbentuk bulat pendek. Setelah gelas sudah disteril, Charlene pun menuangkan teh yang sudah diseduh ke dalam gelas mungil kami.
Gelas porselain panjang dan pendek yang digunakan untuk minum teh (Wahyu/detikTravel) |
Tata cara minumnya adalah, hirup dulu dalam-dalam aroma seduhan teh yang sudah dituang di gelas panjang. Setelah itu, tuang teh dari gelas panjang ke gelas bulat pendek, lalu langsung diseruput sampai habis.
Hmm.. sedapnya sungguh luar biasa! Berbeda dengan teh seduh instan yang biasa kita buat di rumah. Masing-masing daun teh punya cita rasanya sendiri. Sukar untuk dijelaskan satu per satu, benar-benar pengalaman minum teh yang sangat berkesan!
Yang ajaibnya lagi, aroma teh yang dituang di gelas porselain tinggi akan terkunci dan tetap tinggal di sana, meski seduhan teh sudah berpindah ke gelas yang pendek. Wanginya sungguh bikin melayang Sementara di gelas porselain yang pendek, jejak aromanya tak tercium sama sekali.
Charlene pun mengungkapkan salah satu rahasia mengapa seduhan tehnya bisa sangat sedap. Kuncinya ada pada suhu air yang dia gunakan, karena berbeda jenis teh, berbeda pula suhu air yang dia gunakan.
"Untuk teh hitam, suhu air yang dibutuhkan 100 derajat celcius. Teh putih 60-80 derajat, untuk green tea sekitar 70-80 derajat. Daun teh tidak boleh diseduh terlalu panas, karena akan terbakar dan rasanya jadi tidak enak," ungkap Charlene.
Traveler silakan coba sendiri jika memang penasaran dengan seduhan teh mantap ala Tea House by Yixing Xuan. Datangi saja kedai mungil ini di kawasan Jalan Tanjong Pagar No 78, Singapura. Stasiun MRT terdekatnya adalah Stasiun Tanjong Pagar.
Alat-alat yang digunakan untuk menyeduh teh (Wahyu/detikTravel) |
(wsw/wsw)












































Charlene saat menuangkan air panas ke dalam teko (Wahyu/detikTravel)
Gelas porselain panjang dan pendek yang digunakan untuk minum teh (Wahyu/detikTravel)
Alat-alat yang digunakan untuk menyeduh teh (Wahyu/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun