Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 03 Jan 2020 21:01 WIB

TRAVEL-TIPS

Waspada Ular Saat Beberes Rumah Usai Banjir, Lakukan Hal-hal Ini

Syanti Mustika
detikTravel
Ilustrasi ular yang tertangkap ( Instagram @damkar_depok)
Jakarta - Kehadiran ular kembali jadi perhatian, pada saat banjir melanda Jabodetabek. Kamu yang ingin beberes rumah setelah banjir dan mengecek keberadaan ular, lakukan hal-hal ini ya.

Penampakan ular serta ditemukannya ular-ular yang hanyut dan muncul di rumah warga tentu membuat kita was-was saat ingin membersihkan rumah, terutama yang menjadi korban genangan air atau bahkan kebanjiran.

Dari rilis yang diterima detikcom dari Yayasan Sioux Ular Indonesia, Jumat (3/1/2020) mereka memberi tips bagi kamu yang ingin memeriksa keberadaan ular di rumah yang terkena banjir.


1. Gunakan alas kaki

Saat ingin beberes rumah pakailah alas kaki. Sebaiknya gunakan sepatu boot, jangan tanpa alas kaki atau sandal saja. Ular, serangga dan pecahan kaca bisa saja terinjak tak sengaja yang tentu akan merugikan diri sendiri.

Sudah ada beberapa kasus warga korban yang digigit ular saat masuk rumah bekas kebanjiran. Tentu kita harus waspadalah sebelum semakin parah.

Lantai berlumpur sebetulnya tidak diminati ular kobra. Tapi untuk spesies ular yang habitatnya di setengah perairan seperti ular kadut (buccata), ular weling (candidus), ular welang (fasciatus) atau banyak ular lain, lantai basah itu tidak bermasalah. Jikalau ada kobra masuk rumah yang berlumpur bisa jadi karena dia terbawa arus dan tidak bisa keluar tanpa bantuan.

2. Gunakan penerangan

Saat masuk ke rumah gunakanlah senter sebagai penerangan. Ini sangat penting karena kita tidak akan bisa melihat secara detail rumah yang telah diselimuti oleh lumpur.

Pastikan juga lantai yang kita pijak tidak ada satwa dan pecahan kaca. Serta perhatikan juga barang-baran yang rentan rapuh saat diinjak.

Lebih penting lagi penggunaan cahaya adalah mata ular dan satwa lain akan memantulkan cahaya saat disinari dengan senter di tempat gelap. Fokuslah pada pantulan cahaya, bisa jadi itu satwa di dalam rumah.


3. Gunakan sarung tangan

Pakailah sarung tangan saat memindahkan barang dan membongkar tumpukan supaya tangan aman dari gesekan dan luka. Juga sarung tangan melindungi dari gigitan serangga-serangga kecil.

4. Gunakan alat kayu atau bambu

Alat seperti kayu atau tongkat sangat membantu membuat kita terlindung dari serangan ular yang bersembunyi dibalik-balik puing dan tumpukan sampah banjir. Gunakanlah tongkat untuk mengecek tempat yang memungkinkan hewan melata ini untuk sembunyi dan berjemur.

Jika rumah kamu terendam hingga plafon atap,kemungkinan satwa ini juga bersembunyi di bawah rangka atap untuk mencari kehangatan. Cek dengan tenang menggunakan senter dan tongkat.


6. Periksa semua sisi rumah

Setelah banjir pastikan kamu memeriksa semua sisi bagian rumah, baik yang terendam maupun tidak. Seperti lipatan belakang lemari, bawah tempat tidur dan pintu-pintu dan lubang-lubang yang memungkinkan menjadi akses masuk rumah.

Sekali lagi, jangan menggunakan tangan kosong, gunakanlah tongkat kayu atau bambu.

7. Jangan bawa anak-anak saat memeriksa rumah

Jangan bawa anak-anak saat melakukan pemeriksaan rumah setelah banjir. Pastikan mereka berada di lur atau ditempat aman karena kita tidak pernah tahu apa yang tersangkut di dalam rumah saat banjir, terutama ular dan serangga.

Tetap waspada ya.





Simak Video "Waduh! Polisi Ini Jelaskan Kondisi Banjir Sambil Pegang Ular"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA