Saat bepergian dengan durasi penerbangan yang panjang dan menembus zona waktu berbeda, jet lag jadi masalah bagi banyak traveler.
Untuk mengurangi dampak jet lag salah satunya adalah dengan menyesuaikan jadwal makan sebelum berangkat.
Dikutip dari The Star, Jumat (18/9/2026) ahli diet dari Mayo Clinic di Rochester, Amerika Serikat, Tara Schmidt, menyarankan waktu makan digeser secara bertahap agar mendekati jadwal di destinasi. Penyesuaian bisa dimulai dengan menggeser waktu makan 15 menit, kemudian 30 menit hingga satu jam.
Setibanya di destinasi, wisatawan juga perlu mengikuti jadwal makan setempat. Jika sudah pagi, makan sarapan, kemudian makan siang dan malam sesuai waktu di tempat tujuan.
Studi pada 2023 yang melibatkan peneliti Northwestern University menunjukkan sarapan yang cukup dan disesuaikan dengan zona waktu baru dapat membantu pemulihan dari jet lag.
Porsi makanan juga perlu diperhatikan, terutama menjelang dan selama perjalanan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan wisatawan memilih porsi yang lebih kecil untuk mengurangi kemungkinan gangguan pencernaan.
Schmidt mengatakan langkah itu penting terutama pada hari-hari awal perjalanan. "Makanan dalam porsi lebih kecil biasanya lebih mudah ditoleransi tubuh, terutama jika Anda memiliki perut sensitif atau mengalami ketidaknyamanan pada saluran pencernaan," ujar Schmidt.
Setelah tubuh mulai menyesuaikan diri, wisatawan dapat kembali makan dalam porsi lebih banyak, tetapi tetap perlu berhati-hati dengan makanan berminyak atau tinggi lemak. Minuman juga perlu diperhatikan, Schmidt mengingatkan wisatawan untuk menghindari alkohol karena dapat mengganggu tidur.
Kopi atau teh tetap boleh dikonsumsi jika memang menjadi kebiasaan, tetapi sebaiknya tidak terlalu sore agar tidak mengganggu waktu tidur. Kafein dan alkohol juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
"Dehidrasi tentu dapat memperburuk kelelahan dan gejala jet lag yang dirasakan," kata Schmidt.
Karena itu, wisatawan dianjurkan minum air sebelum, selama, dan setelah penerbangan untuk mengimbangi udara kabin yang kering.
Selain mengatur pola makan dan minum, wisatawan perlu segera menyesuaikan diri dengan jadwal di destinasi.
Adapun, ahli nutrisi dari University of Minnesota, Joanne Slavin, menyarankan wisatawan langsung mengikuti waktu makan setempat. "Segera ikuti jadwal baru Anda," kata dia.
Slavin menjelaskan gangguan pencernaan seperti kembung, sembelit atau diare juga cukup umum terjadi saat seseorang mengalami jet lag. Saat perjalanan berakhir, wisatawan sebaiknya kembali ke jadwal tidur dan makan seperti biasa secara bertahap.
"Semakin cepat Anda kembali melakukannya, termasuk semua kebiasaan Anda, semakin baik kondisi Anda," ujar Slavin.
Dengan menyesuaikan waktu makan, menjaga asupan cairan, membatasi alkohol dan kafein, serta mengikuti jadwal tidur di tempat tujuan, dampak jet lag dapat diminimalkan selama bepergian.
Simak Video "Video: Tips Kulit Glowing Lewat Asupan Makanan"
(upd/ddn)