×
Ad

Mau Staycation Aman? Jangan Terkecoh Ulasan AI

Bonauli - detikTravel
Sabtu, 19 Sep 2026 09:18 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/kitzcorner
Jakarta -

Saat ini tak sedikit traveler yang memilih untuk melihat ulasan terlebih dahulu sebelum melakukan pemesanan kamar di penginapan. Kamu jangan terkecoh dengan ulasan AI, ya.

Originality.ai, sebuah alat verifikasi konten yang dapat mendeteksi teks buatan AI memeriksa ulasan hotel mewah pada tahun 2025. Ternyata, lebih dari 20 persen ulasan dibuat oleh AI, seperti dikutip dari USA Today, Sabtu (19/9/2026).

Angka ini dua kali lipat dibandingkan tahun 2022. Yang membuatnya lebih menarik, ternyata ulasan AI memiliki ciri khas bernada positif, 57 persen di antaranya memberikan peringkat lima.

"Industri ini menggunakan AI generatif untuk membanjiri ruang publik dengan pujian sintetis dan menenggelamkan keluhan yang sebenarnya," kata Jack Charman, seorang penyelidik swasta yang memimpin perusahaan intelijen di London.

Tujuan ulasan itu tentu memastikan konsumen tidak pernah melihat umpan balik negatif mengenai produk perjalanan tersebut.

Perusahaan akomodasi menggunakan AI untuk menghilangkan elemen yang tidak diinginkan dari foto. Tiang listrik dan dinding bata bisa dihapus hanya dengan satu klik dari daftar properti Airbnb. Pantai resor yang ramai pengunjung disunting menggunakan Photoshop hingga tampak sepi dan masih alami.

Rafay Baloch, CEO dan pendiri REDSECLABS, sebuah perusahaan keamanan siber mengatakan bahwa AI bisa mempromosikan hotel atau maskapai penerbangan secara halus. AI dapat menyesuaikan tampilan situs web berdasarkan kebiasaan menjelajah pengguna agar produk terlihat lebih menarik.

Ternyata ada cara agar kamu dapat mengenali ulasan palsu yang dibuat oleh AI. Yang pertama adalah teks yang terlalu sempurna. AI menulis dengan gaya khas, banyak menggunakan tanda pisah (dash) dan kalimat dengan pola "bukan x, melainkan y".

Scott Dylan, pendiri perusahaan modal ventura AI di Mountain View, California, mencari pola linguistik ini serta tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa ulasan tersebut ditulis oleh manusia sungguhan.

"Orang asli biasanya menyebutkan nama staf atau detail spesifik yang mungkin agak berantakan. AI lebih suka memberikan pujian umum," ucapnya.

Yang kedua, ulasan-ulasan tersebut muncul dalam waktu yang terlalu berdekatan. Ulasan asli biasanya masuk secara bertahap selama berbulan-bulan. Ulasan buatan AI muncul secara masif dan terkoordinasi untuk mendongkrak popularitas hotel atau restoran dengan cepat.

Jika sebuah hotel mendapatkan 20 ulasan sangat positif pada hari Selasa namun tidak ada ulasan sama sekali di sisa bulan tersebut, kemungkinan besar itu adalah ulah jaringan bot.

Hal lain yang bisa diwaspadai adalah dengan penilaian bintang. Akun asli biasanya memberikan bintang 3-4, karena itu adalah penilaian yang rasional. Ulasan berbintang 5 atau 1 bisa jadi penipuan atau hanya seseorang yang ingin balas dendam.



Simak Video " Video: Hotel dengan 'Surga' untuk Si Kecil Ada di Cibubur!"

(bnl/ddn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork