Teguh Budi Santoso

Museum Geologi Bandung

Teguh Budi Santoso - d'Traveler - Jum'at, 08/04/2011 13:25:48 WIB
detikTravel Community -  <p>Museum Geologi Bandung<br />Jl. Diponegoro 57 Bandung 40122<br />Telp. (022) 720 3205<br /><br />Setinggi apakah T-Rex, mengapa gunung bisa meletus, atau bagaimana jalan tol<br />bisa terbelah dua? Temukan jawabannya di Museum Geologi Bandung (MGB).<br /><br />Di museum MGB kita akan menemukan berbagai koleksi benda-benda geologi.<br />Kurang lebih, ada 60.000 koleksi fosil, dan 250.000 koleksi batuan serta<br />mineral. Untuk menambah daya tariknya, MGB juga memajang kerangka tiruan<br />T-Rex (Tyranosaurus Rex) yang dibuat di Kanada tahun 1998. Reptil bertinggi<br />lebih dari lima meter tersebut sampai kini cukup menyedot banyak pengunjung,<br />terutama anak-anak yang tertarik pada dinosaurus.<br /><br />Tak terkecuali, fosil-fosil hewan maupun manusia purba yang ditemukan di<br />tanah air juga menjadi koleksinya. "Tapi kebanyakan fosil yang terdapat di<br />sini merupakan replika, karena fosil aslinya masih digunakan untuk bahan<br />penelitian para ahli. Seperti fosil kerbau yang ditemukan di sungai Bengawan<br />Solo atau fosil manusia yang ditemukan di Sangiran," papar Drs. Dwi Agoes<br />Herryanto, staf informasi MGB.<br /><br /><br />Sebagai tempat belajar yang menarik, MGB menjawab segala pertanyaan seputar<br />kegiatan bumi, berikut bahan dan sisa makhluk hidup yang tersimpan di<br />dalamnya. Mengapa gunung meletus? Mengapa tanah longsor? Mengapa ada gempa<br />bumi? Atau, mengapa pergeseran lapisan bumi bisa membelah jalan tol,<br />meruntuhkan gedung-gedung, serta mengguncang daratan? Materi pengetahuan ini<br />juga berguna bagi orang tua. Siapa tahu, anak bertanya kepada kita di lain<br />waktu.<br /><br />"Tanpa terasa, sebenarnya hidup kita tak lepas dari unsur geologi ini. Dari<br />gelas untuk minum, komputer yang kita pelototi setiap hari, juga mainan yang<br />banyak kita berikan pada si kecil, semua ternyata mengandung unsur geologi.<br />Semua bahan gelas, plastik, atau bahan bakar berasal dari bahan-bahan yang<br />terdapat di dalam bumi," tutur Dwi yang bermaksud menggambarkan betapa<br />dekatnya kita dengan disiplin ilmu ini.<br /><br />Untuk menunjukkan bahan-bahan yang dikandung bumi, MGB memamerkan<br />berjenis-jenis batuan dan mineral yang diambil dari bumi pertiwi. Sebagian,<br />dijual sebagai suvenir museum dalam bentuk pernak-pernik hiasan. Kalau mau,<br />pengunjung dipersilakan mengambil foto koleksi museum. Numpang difoto juga<br />boleh.<br /><br />Tak cuma itu, di sini kita juga bisa mendapatkan cerita tentang perkembangan<br />sejarah bumi. Dimulai dari pembentukan bumi hingga munculnya berbagai<br />makhluk hidup, seperti dinosaurus, manusia kera, hingga manusia seperti kita<br />sekarang ini. Untuk menjelaskan semuanya, MGB menyediakan tenaga pemandu.<br /><br />Pengunjung yang berstatus pelajar disediakan lembar kerja berisi pertanyaan<br />tentang museum. Siswa bisa minta bantuan kepada pemandu dalam menjawab<br />pertanyaan. Dengan adanya lembar kerja siswa ini, anak-anak digiring<br />mengeksplorasi museum dengan tertib, tidak berlari-larian atau banyak<br />bercanda.<br /><br />PENGUNJUNG TK DITERANGKAN GURU<br /><br />Khusus untuk rombongan TK, pihak museum biasanya hanya akan menjelaskan<br />materi kepada guru-guru. Selanjutnya guru-gurulah yang akan menjelaskan ke<br />anak didiknya, bukan pemandu museum. "Terus terang, kami punya hambatan<br />dalam berkomunikasi dengan anak-anak TK, apalagi kalau harus mengatur<br />mereka. Guru, kan, lebih mengenal anak didiknya. Mereka juga lebih tahu<br />metode menjelaskan yang terbaik," aku Dwi. "Topik yang diberikan umumnya<br />juga sebatas pengenalan umum dinosaurus dan gunung api yang meletus."<br /><br />Mengenai tarif, museum yang diresmikan tahun 1929 oleh pemerintah Hindia<br />Belanda ini menerapkan biaya Rp 2.000 untuk umum dan Rp 1.500 untuk pelajar.<br />Bila datang dengan rombongan, pelajar hanya dikenai Rp 1.000.<br /><br />MGB buka dari Senin hingga Kamis antara jam 09.00-15.00 WIB, sedangkan Sabtu<br />dan Minggu setiap pukul 09.00-13.00 WIB. Khusus hari Jumat dan hari libur<br />nasional tutup. "Museum ini tutup karena kami juga perlu merawat benda-benda<br />koleksi di sini."</p>
Mau jalan-jalan ke Jepang gratis? Ayo ikutan program Dream Destination Japan. 3 Petualang yang beruntung akan berangkat ke Jepang dan memperebutkan Grand Prize Rp 10 juta. Ayo daftar di sini.
Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com