Romantisme Suasana "Belanda Kecil" di Semarang
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Romantisme Suasana "Belanda Kecil" di Semarang

Advertorial - detikTravel
Sabtu, 28 Nov 2015 00:00 WIB
Romantisme Suasana Belanda Kecil di Semarang
Jakarta - Jika Anda termasuk tipe traveller yang suka mengunjungi destinasi wisata bertema sejarah, cobalah berkunjung ke Semarang. Anda bisa menikmati suasana kolonial ala zaman pendudukan Belanda saat travelling ke Semarang khususnya di kawasan Kota Lama. Kawasan ini dipenuhi berbagai macam bangunan kuno dengan arsitektur khas Belanda.

Dulunya, kawasan Kota Lama merupakan pusat bisnis Semarang. Tak heran jika ada banyak peninggalan benda-benda maupun bangunan khas Belanda di sini. Ketika berjalan-jalan di kawasan Kota Lama, sejenak Anda bisa lupa tengah berada di Semarang karena nuansa Eropa yang begitu kental terasa.

Daerah ini pun kerap disebut sebagai “Belanda Kecil” oleh komunitas pelancong lokal dan mancanegara. Untuk menikmati suasana Kota Lama secara maksimal, sebaiknya Anda berjalan kaki. Jika Anda menggunakan kendaraan umum atau sepeda motor, ada detail unik yang mungkin tak terlihat / terlewatkan.

Sebelum lebih lanjut menelusuri detail tentang Kota Lama, ada baiknya Anda mulai mencari informasi tentang penginapan di Semarang. Supaya perjalanan lebih santai, disarankan Anda memilih hotel yang dekat obyek wisata. Coba pesan lewat situs Traveloka jika ingin menemukan penginapan yang pas dan sesuai dengan kebutuhan.



Kembali ke Kota Lama. Umumnya perjalanan menelusuri Kota Lama dimulai dari Jembatang Berok. Tempat ini merupakan gerbang masuk dari benteng Belanda pada zaman kolonial. Jika masuk lewat Jalan Pemuda, Anda akan menemui bangunan Kantor Pos Indonesia yang terlihat begitu terawat dan kokoh. Tak jauh dari situ terdapat banyak hotel.

Usai menyebrangi jembatan, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke utara menuju arah Jalan Mpu Tantular. Setelah persimpangan pertama, Anda bisa melihat bangunan tua nan elok yang kini menjadi kantor perusahaan perkapalan Jakarta Lloyd meski terlihat sudah lama tak digunakan.

Sedangkan di persimpangan lainnya, Anda bisa melihat berbagai hotel yang dekat dengan kantor Pelni. Bangunan-bangunan itu terlihat jauh lebih terawat lantaran masih difungsikan dengan layak hingga sekarang. Jangan lupa menyebrang ke arah utara menuju Jalan Tiang Bendera jika ingin melihat sisa-sisa bangunan Kantor Pertamina.

Kembali lagi ke Jalan Mpu Tantular, Anda bakal menemukan lebih banyak lagi bangunan tua eksotik yang sudah tidak lagi berpenghuni. Salah satunya adalah kantor Koperasi Batik Indonesia, yang terletak tepat di sebelah Kantor Pelni.

Tujuan perjalanan berikutnya adalah Jalan Kasuari, yang terletak di sebelah kanan belokan pertama. Belok kanan satu kali lagi, Anda akan sampai di Jalan Branjangan. Di sini, jumlah bangunan tua yang sudah ditinggalkan juga tidak kalah banyak. Salah satunya dulu sempat digunakan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama G Moppenstedt.

Puas menikmati suasana di Jalan Kasuari, Anda bisa langsung melanjutkan ke Jalan Garuda yang ada persis di sebelah kiri. Usai belokan kedua, Anda akan menemukan Jalan Kampung Perkutut 1. Di ujung jalan ini, Anda bisa menikmati suasana Stasiun Tawang.



Tak jauh dari sana, Anda bisa melihat pabrik rokok lokal, Praoe Lajar. Di kawasan ini terdapat cukup banyak bangunan terkenal yang kini sudah beralih fungsi. Contohnya, bekas kantor regional PT KAI dan juga bekas kantor pajak yang kini menjadi Hotel Pelangi.

Setelah itu, Anda bisa langsung menuju Jalan Cendrawasih, yang dulunya dikenal dengan nama Komediestraat. Salah satu gedung paling terkenal di sini adalah Gedung Marba yang mengambil dari nama pedagang kaya raya saat itu - Ny. Marta Bajunet. Gedung yang itu dulunya difungsikan sebagai kantor.



Di sini juga terdapat Gereja Blenduk, hasil pemugaran bangunan Gereja yang sudah ada semenjak jaman penjajahan Belanda. Sebagai penutup, masih ada beberapa bangunan yang layak Anda lihat. Seperti gedung perusahaan Asuransi Jiwa Sraya yang mewarisi gedung Nillmij – perusahaan asuransi asal Belanda.

Sudah tidak sabar berkeliling di kawasan Kota Lama Semarang dan menikmati romantisnya suasana “Belanda Kecil”? Segera pesan hotel di Semarang lewat situs online seperti Traveloka. Anda bisa menghemat tenaga dan waktu.

Tidak perlu repot-repot menghubungi pihak pengelola secara langsung melalui telepon. Selain praktis, Traveloka juga kerap menyediakan informasi terkait tarif promo atau diskon yang tentunya akan menghemat biaya perjalanan Anda.

(adv/adv)
Berita Terkait