Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 17 Mei 2017 14:12 WIB

ADVERTORIAL

Kemenpar dan OJK Bersinergi Kembangkan Pariwisata RI

Advertorial
Redaksi Travel
Kerja sama Kemenpar dengan OJK demi  pengembangan  destinasi dan industri pariwisata / Foto: dok. Kemenpar
Kerja sama Kemenpar dengan OJK demi pengembangan destinasi dan industri pariwisata / Foto: dok. Kemenpar

FOKUS BERITA

Pesona Indonesia
Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya terus mengdepankan semangat Indonesia Incorporatedpada tiap kesempatan. Tak heran semangat ini juga diikuti oleh berbagai pihak.

Salah satunya Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semangat Indonesia Incorporated dikumandangkan di Focus Group Discussion (FGD) Pembiayaan Industri Pariwisata melalui pasar modal yang digelar oleh OJK di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (16/5/2017) lalu.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) turut hadir dalam acara tersebut yang diwakili Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Thaib. Bagi Hiram, FGD ini adalah bentuk dukungan dari OJK kepada sektor pariwisata yang merupakan sektor prioritas Indonesia.

Belum lama ini, OJK dan Kemenpar menandatangani nota kesepahaman dalam rangka mendukung program pemerintah untuk pembangunan dan pengembangan 10 destinasi pariwisata baru di Indonesia. 10 Destinasi itu yaitu Danau Toba, Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur, Gunung Bromo, Mandalika Lombok, Pulau Komodo, Taman Nasional Wakatobi, dan Morotai.

"Ini bagian tindak lanjut OJK dan Kemenpar setelah menandatangani MoU dengan Kemenpar dan dilanjutkan serangkaian pertemuan yang intens antara OJK dan Kemenpar. Kita akan terus mengusung semangat Indonesia incoporated," ucap Hiram.

FGD dibuka dengan sambutan dari Deputi Komisioner Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi, dilanjutkan dengan paparan Strategi Pengembangan Kepariwisataan Indonesia oleh Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S. Thaib.

Kemudian dilanjutkan oleh paparan dari Managing Director Bahana TCW Sony Kusumo dan paparan perusahaan yang masuk dalam kawasan prioritas, yaitu Direktur Utama PT Banten West Java Tanjung Lesung Poernomo dan Managing Director PT Sura Parama Setia David Makes.

"David Makes dengan Sustainable Management Group dalam FGD memaparkan potensi pengembangan resort di Kawah Ijen Banyuwangi . Sedangkan paparan perihal pengembangan kawasan report terpadu Mandalika Lombok oleh Vice CEO PT ITDC Jatmiko. Kemudian yang terakhir adalah paparan pengembangan resort terpadu di Belitung oleh Belitong Maritime Silk Group atau Hotel Dharmawangsa Group," papar Hiram.

Hiram menambahkan, keempat resort yang dikembangkan tersebut bisa dibilang merupakan kawasan pariwisata terpadu yang mempunyai keunggulan tingkat dunia dan dikelola oleh pengembang yang sudah mempunyai reputasi juga track record berstandar kelas dunia.

"Seperti misal Mandalika Lombok, tahun lalu dinobatkan sebagai World Best Halal Destinastion. PT ITDC (International Tourism Development Corporation) sebagai pemilik dan pengelola Mandalika adalah juga pemilik dan pengelola kawasan pariwisata Nusa Dua, Bali yang merupakan salah satu kawasan pariwisata terbaik di dunia terutama untuk event-event MICE kelas dunia," tambah Hiram.

Di FGD tersebut, Hiram juga menginformasikan bahwa sektor pariwisata adalah satu dari lima sektor prioritas yang ditetapkan pemerintah serta merupakan sektor unggulan Indonesia.

Hiram menambahkan, pariwisata dalam dua tahun terakhir mencatat tingkat pertumbuhan di atas 10% . Angka ini merupakan salah satu tingkat pertumbuhan tertinggi di antara para sektor.

"Apalagi ternyata data-data investasi di sektor pariwisata mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi dan didominasi oleh FDI. Tentu para investor lokal tidak ingin ketinggalan kesempatan untuk segera berinvestasi," ujar Hiram.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan, OJK memahami bahwa industri pariwisata adalah industri yang memiliki karakteristik backward dan forward linkage yang besar. Majunya industri pariwisata akan mendorong berkembangnya berbagai industri seperti industri perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, dan lain sebagainya.

"OJK juga memahami sektor pariwisata menghasilkan devisa negara terbesar nomor empat setelah sektor pertambangan dan perkebunan. Pengembangan 10 destinasi pariwisata baru tersebut sangat besar potensi bagi negara untuk meningkatkan pendapatannya sehingga diperkirakan akan menjadi Rp 240 triliun pada 2019," ujarnya.

Mulaiman berharap, dengan adanya pengembangan 10 destinasi pariwisata baru akan menambah lapangan pekerjaan 13 juta jiwa dan akan menambah wisatawan mancanegara menjadi 20 juta jiwa.

Maka pengembangan industri pariwisata perlu modal lebih dan kerja sama dengan industri lain demi membangun infrastruktur yang memadai.

"Oleh karena itu, potensi yang sangat besar tersebut seharusnya disambut positif oleh lembaga jasa keuangan dengan meningkatkan kredit atau pembiayaan, serta investasi langsung dalam rangka pengembangan 10 destinasi pariwisata baru tersebut," papar Mulaiman. (adv/adv)

FOKUS BERITA

Pesona Indonesia
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED