ICST 2017 Jadi Wadah Semua Destinasi untuk Berbagi Pengalaman

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

ICST 2017 Jadi Wadah Semua Destinasi untuk Berbagi Pengalaman

Advertorial - detikTravel
Rabu, 01 Nov 2017 14:08 WIB
ICST 2017 Jadi Wadah Semua Destinasi untuk Berbagi Pengalaman
Jakarta -

Kementerian Pariwisata mendukung kegiatan pelaksanaan Konferensi Internasional Pariwisata Berkelanjutan atau International Conference on Sustainable Tourism (ICST) 2017 yang berlangsung di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Kemenpar dalam menerapkan prinsip Pariwisata Berkelanjutan di sektor pariwisata Tanah Air.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (31/10/2017) hingga Rabu (1/11/2017) ini diikuti 300 peserta dan menghadirkan pembicara kelas internasional. Pembicara itu di antaranya Dirk Glaesser (Director for Sustainable Development of Tourism UNWTO), Prof. Chris Cooper (Department of Business and Management, Oxford Brookes University, UK), Randy Durband (GSTC Chief Executive Officer), Mari Elka Pangestu (President of United in Diversity), dan Hermawan Kertajaya (Founder and Chairman of MarkPlus Inc.).

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman mengatakan konferensi ICST 2017 merupakan tindak lanjut dari kegiatan Indonesia Sustainable Tourism Award 2017.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ICST 2017 juga menjadi wadah bagi semua destinasi untuk berbagi pengalaman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan," kata Dadang.

Ia mengatakan dalam kegiatan ini akan dilahirkan berbagai rumusan di antaranya Deklarasi Yogyakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan dan strategi rencana agenda dan rencana aksi untuk percepatan penerapan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia.

Dalam rangkaian konferensi juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Kemenpar dengan 11 Pemerintah Kabupaten/Kota dan Universitas yang akan menjadi dasar bagi pembentukan Pusat Monitoring Observatorium Pariwisata Berkelanjutan.

Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Komitmen Bersama dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI). Penandatangan itu mengenai Pembangunan Industri Pariwisata Berkelanjutan agar mengacu pada prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem PariwisataFrans Teguh menambahkan, dalam kegiatan ini juga diluncurkan Forum Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Observatory (WINSTO), Forum Sustainable Tourism Destination (STD), dan Indonesia Sustainable Tourism Dashboard.

Forum WINSTO ini ditujukan agar perguruan tinggi dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan pariwisata di wilayah observasi masing-masing.

"Dan pemangku kepentingan lokal dapat terlibat aktif di dalam pengukuran risiko, biaya, dampak, dan peluang pengembangan pariwisata melalui pendekatan inklusif dan partisipatif di destinasi pariwisata berkelanjutan," kata Frans.

Ia menambahkan, pembentukan forum STD dimaksudkan agar sinergi lintas destinasi dapat terbangun untuk mewujudkan destinasi pariwisata yang inklusif, serta mendorong munculnya inisiatif dan inovasi model bisnis pariwisata berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik terselenggaranya ICST yang baru pertama kali digelar ini. Ia mengatakan percepatan penerapan Pariwisata Berkelanjutan akan memberikan manfaat yang besar pada pariwisata tanah air.

"Terutama dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya dan peningkatan kualitas lingkungan," ujar Menpar yang dijadwalkan akan menutup secara resmi ICST 2017.

Arief mengatakan, sebagai salah satu negara dengan nature and culture resources terbaik di dunia, penting untuk memastikan penerapan pariwisata berkelanjutan berjalan dengan baik. Dengan penerapan ini maka akan dapat meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Seperti diketahui, salah satu faktor yang mengganjal posisi Indonesia untuk dapat naik peringkat di persaingan global, salah satunya adalah di health and hygiene.

"Dua hal ini sangat bergantung pada penerapan konsep pariwisata berkelanjutan," tutup Arief.

(adv/adv)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads