"Kami ingin membangun budaya pasar yang bernuansa pariwisata," sebut Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Don Kardono.
Misalnya, minimalisasi penggunakan bahan-bahan plastik, steroform, gelas kaca. Ganti dengan bahan-bahan yang berasal dari alam, yang ramah lingkungan. Gelas dari bambu, mangkuk dari batok kelapa, poci tanah liat, piring daun pisang atau jati dan alas rotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan yang ingin dibangun GenPI Generasi Pesona Indonesia adalah Go Green! Pasar yang tidak menambah beban kerusakan lingkungan, netizen yang environment friendly, dan menjaga tradisi lama yang nyaris tidak populer lagi.
"Buat anak netizens, yang langka yang penuh sensasi," lanjut Don Kardono.
Penjual, petugas, semua mengenakan pakaian kerja ala Jawa. Sederhana, tetapi Instagramable. Pakai iket, alias kain penutup rambut khas tradisi Jawa. "Penataan makanan di rombong penjual juga artistik, kalau difoto bagus, sudah jadi objek yang layak medsos. Tidak asal," sambungnya.
Hal senada diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Esthy Rekho Astuty. "Kombinasi yang baik, antara netizens, masyarakat, dalam mempromosikan destinasi, itu akan sempurna. Ingat Pentahelix ABCGM Menteri Arief Yahya," katanya.
Penyajian juga dibuat semenarik mungkin, lagi-lagi untuk kepentingan foto. Meskipun rasanya super enak, kalau penyajian ala kadarnya, tidak menantang nafsu makan. "Kami sudah sosialisasikan ke masyarakat, dan mereka senang, karena mendapat ilmu baru," kata Ketua Panpel Mei Kristianti,.
Masuk ke kompleks Pasar Karetan Radja Pendapa Camp gratis, tidak berbayar. Parkir mobil 5.000 dan motor 2.000 dikelola oleh masyarakat. Menariknya, pengunjung mendapat transportasi gratis dengan shuttle odong-odong dari lokasi parkir ke area pasar Karetan.
Di setiap papan petunjuk di jalan, ada masyarakat yang menunggu, membantu pengunjungs (masyarakat) yang mau ke Pasar Karetan.
Alat transaksi atau mata uangnya juga khas. Dengan koin khusus, seharga Rp 2,5 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 10 ribu. Nanti ada money changer untuk menukar uang rupiah ke koin Pasar Karetan Radja Pendapa.
Manajemen Sampah, selama on event, dibuat clear and clean, tidak boleh ada sampah sedikit pun, meskipun berada di area hutan dan kebun.
"Petugas akan mobile. Kami ingin mengajarkan bahwa bersih dan rapi itu indah. Pariwisata itu harus indah dan nyaman," kata Koordinator GenPI Jateng Shafigh Pahlevi Lontoh,.
GenPI Jateng mengundang seluruh komunitas netizen, blogger, vlogger, fotografer, media, untuk bergabung di Pasar Karetan RadjaPendapa Camp. Lokasinya: googling saja melalui Google Maps: klik Radja Pendapa Camp atau Pasar Karetan. Nanti Google akan memandu sampai ke lokasi.
Seperti biasa, akan ada games buat para netizens yang memposting foto, video dan slide show dari lokasi. Meskipun di tepi hutan karet, sinyal dijamin bagus. "Telkom akan memasang alat penguat sinyal, jadi bisa komunikasi data dengan aman dan nyaman," kata Shafigh.
Masih banyak sensasi lain yang disiapkan GenPI Jateng di Pasar Karetan Radja Pendapa itu. Ada 1001 titik selfie yang antimainstream menunggu di sana.
"Rugi kalau kalian nggak datang! Kehilangan momen kopi darat antar netizens yang pasti seru," ucapnya.
Menpar Arief Yahya memang memberikan keleluasaan bagi GenPI untuk berkreasi. Menciptakan atraksi baru yang anak muda banget. "Ada creative value dan juga commercial value! Itu yang akan membuat komunitas lebih abadi," katanya.
(qri/qri)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh