Minggu ke-2 Pasar Karetan di RadjaPendapa Camp itu bakal menghadirkan atraksi baru yakni panahan atau archery dari Semarang Archery School, yang selama ini berlatih di GOR Manunggal Jati, Jalan Taman Majapahit 1 Semarang. Sebuah cabang olahraga klasik, yang sudah berumur lebih dari 5000 tahun. Panahan melalui evolusi sejarah yang amat panjang.
Dulu panah digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang sebagai senjata dalam pertempuran. Kisah Arjuna, Abimanyu, dan Adipati Karna dalam pewayangan juga menjadikan panah sebagai senjata andalannya. Panah Pasopati misalnya, sangat tersohor sampai-sampai kini menjadi julukan suporter Persis Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Medali perak tersebut diraih oleh 3 atlet putri dari cabang olahraga panahan nomor beregu, Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani. Sayang, olahraga ini kurang popular, kurang banyak diminati, kalah ngehits dari sepak bola, basket, tenis, bulutangkis, tinju, dan lainnya.
Panjang mengupas sejarah panahan. "Kami ingin memperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat akan panahan ini melalui Pasar Karetan. Kami bekerja sama dengan Sekolah Panahan, mereka akan membawa perlengkapan panahnya ke Pasar Karetan, dan masyarakat bisa ikut mencoba melepas busur," kata Ketua Pasar Karetan, Mei Kristianti.
Itulah sensasi baru, di Pasar Karetan Radja Pendapa, Minggu 12 November 2017. Tema Panahan menjadi menarik perhatian, karena setiap Minggu, Pasar Karetan ingin selalu ada edukasi baru.
"Cerita soal panahan, akan mewarnai pekan ini di Pasar Karetan Radja Pendapa. Nah, yang ingin tahu soal panahan, silakan hadir kembali di Dusun Segrumung, Meteseh, Boja, Kendal," ungkap Mei.
Selain kuliner serba tradisional, baik kemasan, suasana, penampilan, cara memasak, penyajian dan makannya. "Termasuk aneka permainan tradisional yang sudah langka bagi anak-anak kecil," imbuh Mei.
Dengan pengalaman bekerja di mal yang terpercaya di Kota Semarang, Mei pun mengajarkan ke masyarakat tentang pentingnya performance. Sopan santun, hospitality, menjaga kualitas, biarpun di tepi hutan, penampilan tetap memikat, makanan tetap enak, tidak ada duanya.
"Kami ajari mereka berbisnis dengan manajemen modern agar bisa maju dan berkelanjutan," sebut Mei.
Modern yang dimaksud adalah menerapkan standar mal atau pujasera yang memperhatikan kenyamanan pengunjung. Sistem pembayarannya tertib, ditata rapi, performancenya keren, bersih, bebas plastik, dan punya nilai estetika. "Meskipun di kebun, tetapi suasananya dijaga agar tetap nyaman dan hommy," kata Mei.
Filosofi pasar adalah pertemuan antara buyers dan sellers, untuk berinteraksi. Ujungnya adalah transaksi. Kalau di digital online, sering disebut sebagai marketplace. Pasar juga bisa dimaknai sebagai sumber gosip, dan tukar menukar informasi.
"GenPI Jateng ingin menjadikan Pasar Karetan sebagai tempat edukasi. Kisah apa saja, cerita apa saja, yang sudah langka dan terancam hilang, bisa dipamerkan di Pasar Karetan, biar bisa menjadi objek foto, video dan vlog netizen. Kami bisa dapat content menarik, mereka bisa mempublikasikan, dan pasar ini akan selalu ditunggu-tunggu publik, ada apa lagi?" kata Ketua dan Wakil GenPI Jawa Tengah Shafigh Pahlevi Lontoh.
Nah, bagi masyarakat yang ingin mengedukasi sesuatu silakan ke Pasar Karetan. Bagi netizen yang belum gabung GenPI, silakan bergabung. "Kami bersifat terbuka. Aktivitas kami banyak di online. Pasar ini sebagai salah satu cara berkopi darat!" ujar Shafigh.
Aktivis GenPI Jateng Wahyudi menambahkan, bagi netizen seperti yang tergabung GenPi ini, content itu penting. Mereka paling suka memposting sesuatu yang khas, inik, belum banyak yang upload. Edukasi ini akan membuat materi medsosnya lebih variatif, lebih asyik, lebih kekinian. "Ya begitulah kids zaman now!" sebutnya.
Menpar Arief Yahya berharap kreativitas anak-anak muda yang tergabung dalam GenPI ini terus bergerak. Meng-create sesuatu untuk menciptakan destinasi baru. Bisa Atraksi, bisa Akses, bisa Amenitas.
"Buat anak-anak muda milenial, menciptakan peluang melalui digital itu sudah dunianya," kata Arief melalui Stafsus Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono.
Komunitas GenPI ini sangat positif. Yang dibahas betul-betul kreativitas, tidak memposting Hoax, SARA dan politik. Mereka menjaga keutuhan dan komitmennya dengan tiga ethic itu.
"Agar sustainable, berkelanjutan, mereka harus punya 2C, creative value dan commercial value," kata Arief.
"Pasar-pasar ini hanyalah sebagian kecil dari banyak rencana besar lain, GenPI. Dalam waktu dekat, beberapa pasar Mingguan juga akan dibuat di banyak daerah di Indonesia, sebagai kegiatan offline. Online-nya, juga akan membangun OTA, online travel agent," ucap Arief. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh