"Pagi ini, 27 November 2017, saya terbang ke Bali. Saya akan bertemu dengan stakeholder pariwisata di sana," ujar Arief.
Penutupan bandara tersebut sudah disebarkan sebagai NOTAM No B8868/17 kepada para penyelenggara penerbangan nasional dan internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga November 2017, destinasi Lombok dan Bali masih gencar dipromosikan di World Travel Mart (WTM) London. Di World Travel Mart terbesar kedua setelah ITB Berlin itu, desain destinasi masih dipromosikan di Eropa, Australia, Asia, dan banyak negara di dunia.
Namanya erupsi, kata Arief Yahya, adalah bencana alam yang sulit diprediksi. Tidak ada satu pihak pun yang bisa memastikan situasi Gunung Agung.
"Kapan? Berapa skala? Dampaknya sampai di mana? Itu yang membuat kami itu deg-degan setiap saat," katanya.
Bali adalah 40 persen tempat wisatawan mancanegara (wisman). Disusul 30% Jakarta dan 20% Kepri.
"Sisanya hanya 10% se-Indonesia, maka Bali itu seperti produk utama, produk unggulan pariwisata. Tiba-tiba bencana alam Gunung Agung mulai aktif," katanya.
Dampak penutupan bandara ini menyebabkan semua penerbangan Lion Air dan Wings Air mengalami delay.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menjelaskan penutupan Bandara Internasional Lombok karena terdampak dari letusan Gunung Agung di Bali. Arah sebaran debu vulkanik letusan Gunung Agung mengarah ke Timur - Tenggara menuju Bandara Internasional Lombok.
"Di sekitar Bandara Lombok memang tidak terdapat debu vulkanik, tapi debu vulkanik itu ada di langit di sekitar bandara. Jadi menghalangi jalur penerbangan pesawat. Untuk itu, demi keselamatan penerbangan maka Bandara Lombok ditutup sehingga operasional dari dan menuju bandara tersebut dihentikan," jelas Agus.
Ia juga menegaskan para penyelenggara penerbangan dan semua pihak terkait untuk mematuhi aturan tersebut dan tidak memaksakan kehendak terkait penerbangan pesawat.
"Semua operasional penerbangan harus mematuhi aturan keselamatan penerbangan. Tidak boleh memaksakan kehendak dengan alasan apapun sampai dinyatakan selamat dan aman oleh petugas yang berwenang," tambahnya.
Terkait dengan penutupan bandara tersebut, Agus juga memerintahkan semua penyelenggara penerbangan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang sesuai aturan yang berlaku.
"Saya instruksikan pada maskapai penerbangan dan pengelola bandara untuk memberi fasilitas pada penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain seperti kapal laut atau bus. Sedangkan yang memilih bertahan di bandara juga harus diperhatikan dan diberikan informasi yang sebenarnya dan aktual," ujarnya.
Untuk informasi lanjutan, Agus menyatakan Ditjen Perhubungan Udara akan selalu memberikan dan menyebarkan informasi aktual kepada masyarakat lewat semua saluran informasi Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Masyarakat juga bisa mencari dan memberikan informasi terkait dampak letusan Gunung Agung di daerahnya di media sosial Ditjen Hubud @djpu151 dan website BMKG. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru