Wisatawan yang Ingin ke Bali Bisa Terbang dari Bandara Lombok Praya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisatawan yang Ingin ke Bali Bisa Terbang dari Bandara Lombok Praya

Advertorial - detikTravel
Selasa, 28 Nov 2017 14:40 WIB
Wisatawan yang Ingin ke Bali Bisa Terbang dari Bandara Lombok Praya
Jakarta - Bandara Internasional Lombok Praya kembali beroperasi normal. Ketika Bandara Ngurah Rai Bali ditutup selama 24 jam ke depan, wisatawan bisa menuju Bali melalui Lombok.

Hal ini berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor B8926/17 yang diterbitkan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia.

"Tadi malam Bandara Lombok sempat ditutup lagi karena ruang udara terdampak abu vulkanik. Tapi setelah pengamatan dan koordinasi yang dilakukan, diputuskan Bandara Lombok kembali beroperasi normal mulai Selasa (28/11/2017) pukul 05.58 WITA," ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono dalam keterangan tertulisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kembali dibukanya Bandara Lombok Praya, maka penerbangan dari dan ke Lombok sudah dapat dilayani. Meski demikian, pihaknya tetap memonitor dengan ketat seluruh perkembangan yang terjadi terkait aktivitas Gunung Agung.

Wisnu menyampaikan, AirNav terus melakukan koordinasi dengan BMKG dan PVMBG serta pengamatan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC). Selain itu, juga dilakukan paper test untuk memantau kondisi di lapangan.

"Kami membuka crisis center di Jakarta dan di Denpasar. Kami memonitor seluruh perkembangan 24 jam bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi karena kami akan menyampaikan seluruh perkembangan yang terjadi kepada publik," ujar Wisnu.

Kadispar NTB Lalu Faozal menambahkan, suasana di Lombok aman dan siap menerima wisatawan. Dalam hal wisatawan yang kena cancellation di Bali, bisa terbang via Lombok.

"Industri perhotelan di Lombok juga siap dengan skema yang diminta Menpar Arief Yahya yang terkena dampak cancellation mendapatkan free akomodasi sehari, selebihnya 50% discount," kata Lalu.

Para industri di Lombok juga menyadari, force majeure itu bukan kesalahan wisatawan. Tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti erupsi bakal terjadi.

"Karena itu kami sudah rapatkan dengan industri pariwisata Lombok, dan mereka welcome mengikuti skema yang diminta Menpar Arief Yahya sama dengan di Bali," jelasnya.

Skema yang dimaksud adalah memfasilitasi wisatawan yang terjebak penutupan bandara Ngurah Rai yang harusnya pulang, tetapi tidak bisa berangkat. Boleh ke Lombok dengan 100 persen free akomodasi di hari pertama dan selanjutnya diskon 50 persen.

Lombok juga menyiapkan transportasi dari hotel, bandara, dan pelabuhan juga dengan gratis. Bahkan Dispar Lombok bersama industri akan membawa wisatawan itu melihat dan menikmati beberapa destinasi yang sudah disiapkan di Lombok, agar tidak
bosan menunggu flights.

GIPI Bali bersama Pemkab Badung lebih agresif lagi dalam melayani wisman. Mereka menyisir seluruh wisatawan yang 'terpaksa menginap' di Bandara Ngurah Rai Bali. Mereka disiapkan akomodasi gratis, bahkan sampai 2 hari, sampai bandara buka.

"Kami ingin memberikan servis yang terbaik buat wisman yang sudah ke Bali," kata Ketua GIPI Bali Gus Agung.

Pagi ini, Arief Yahya meminta kembali komitmen airlines, untuk memberi kemudahan kepada wisatawan yang terkena cancellation. Jangan dikenakan cancellation fee atau tambahan biaya untukmengubah jadwal terbang.

"Sekali lagi, ini force majeur, permudah semua kebutuhan wisatawan! Layani yang terbaik di saat mereka sangat membutuhkan," jelas Arief Yahya. (adv/adv)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads