Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Des 2017 14:27 WIB

ADVERTORIAL

Wisatawan Malaysia Diajak Jelajahi Pantai di Sambas

Advertorial
detikTravel
Jakarta - Wisatawan mancanegara (wisman) terus diajak mengeksplorasi keindahan Indonesia, tak terkecuali wisatawan di crossborder area. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak wisman Malaysia untuk menjelajahi destinasi wisata yang alamnya masih terjaga.

Melalui acara 'One Day-AMTC Trail Adventure, Jelajah Batas Negeri, Surga di Ekor Borneo', wisman diajak masuk ke Indonesia lewat pintu Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pada 2-3 Desember 2017, wisman diajak ke Pantai Camar Wulan, Pantai Bahari Teluk Atung, Pantai Maludin, Pantai Temajuk, serta desa-desa sekitar.

Sekitar 100 peserta yang 15 pesertanya berasal dari Malaysia itu sangat menikmati 6 jam perjalanan menjelajahi pantai yang indah.

Ketua panitia One Day-AMTC Trail Adventure Erwanto mengatakan event adventure yang didukung Kemenpar ini sengaja dibuat untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada di desa Temaji dan sekitarnya. Event yang akan menjadi kegiatan tahunan ini akan terus ditingkatkan kualitasnya agar makin diminati warga negara tetangga.

"Kami sengaja membuat event adventure. Peserta harus melewati rintangan, tapi tetap menikmati pemandangan alam yang indah. Di Pantai Bahari Teluk Atung, ini salah satu pesisir pantai terpanjang di Indonesia pasirnya sangat lembut. Sedangkan di Pantai Temajuk ada rintangan bebatuan. Pantai ini mirip Tanjung Tinggi di Belitung banyak batu besar-besar juga," paparnya.

Sementara, penasihat lomba Subhan Nur mengapresiasi dukungan yang diberikan Kemenpar. Menurutnya, Sambas yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) perlu sinergi semua pihak untuk pembangunan dan promosinya.

Ia mengatakan program crossborder yang digaungkan Kemenpar merupakan promosi yang tepat. Namun dirinya berharap dukungan dari pihak lainnya merespons serius hal ini, khususnya terkait infrastruktur.

"Sambas tidak bisa dikembangkan hanya mengandalkan APBD, harus ada sentuhan langsung dari pemerintah pusat. Jalan paralel sudah dalam proses pembangunan, tinggal infrastruktur penunjang yang harus dipersiapkan untuk mengangkat pariwisata di Sambas," ujar pria yang juga anggota DPRD Provinsi Kalbar ini.

Ia mencontohkan Sambas, khususnya Temajo yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sangat potensial menarik wisman Malaysia. Selain kemudahan akses, hal penting lainnya yang dibutuhkan adalah jaringan internet dan perbankan.

"Internet sangat diperlukan untuk mempromosikan wisata di sini. Internet juga bisa membuat masyarakat lebih kreatif. Sedangkan ATM, ini agar pengunjung bisa menghabiskan uangnya di sini karena wisatawan itu tidak mungkin mau bawa uang cash banyak. Dengan adanya ATM, mereka bisa lebih tenang," katanya.

Di hari dan lokasi yang sama juga digelar acara lomba mancing mania, lomba fotografi, dan panggung hiburan yang diisi pentas kesenian budaya dan pertunjukan musik. Ragam acara tersebut menjadi magnet untuk promosi wisata setempat. Melihat peluang yang ada, Kemenpar berniat untuk memaksimalkannya.

"Selain wisata budaya dan alam, salah satu potensi wisata yang bisa mendulang banyak wisatawan ya konsep sport tourism. Konsep ini memadukan antara aktivitas olahraga dengan aktivitas turisme. Saya senang event sport tourism semacam ini diselenggarakan karena bisa meningkatkan sektor pariwisata. Ajang ini kita support," ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Perjalanan Insentif Hendri Karnoza.

Hendri mengungkapkan Kemenpar akan memaksimalkan aspek promosi sebagai bagian dari kampanye Wonderful Indonesia.

"Sport tourism itu yang besar bukan efek secara langsungnya, justru efek yang tidak langsung lah yang memiliki value atau nilai besar, seperti media value, bantuan rekan-rekan wartawan semua mempromosikan event ini," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan event sport tourism ini. Menurutnya, event Motorcross Lintas Batas yang merupakan sport tourism ini mempunyai nilai pemberitaan (news value) yang tinggi sehingga menjadi sarana promosi efektif serta memberikan dampak langsung (direct impact) pada ekonomi masyarakat termasuk pula mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Sambas.

"Sambil mengembangkan pulau terluar dan daerah perbatasan yang harus maju secara ekonomi. Dan pariwisata bisa dijadikan sarana untuk memajukan ekonomi mereka," tegasnya. (adv/adv)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA