Ada beberapa desa adat di Karo yaitu Peceren, Lingga dan Dokan tapi yang masih terlihat lengkap bisa kita temui di Lingga. Ini bisa kita lihat dari beberapa bangunan yang masih ada diantaranya Jambur (tempat berkumpul semacam aula), Griten (tempat menaruh kerangka mayat) dan Siwaluh Jabu (rumah adat).
Hal unik yang bisa kita temui adalah bentuk bangunan rumah adat karo yang dibangun tanpa paku satupun dan pondasi bangunan yang terbuat dari batu. Batu ini ditanam di kedalaman 15-30 cm lalu tiang dari rumah adat ditaruh diatasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya bangunan yang tersisa hanya tinggal tiga dan hanya ada dua rumah yang masih ditempati sisanya dibiarkan terbengkalai dan lapuk dimakan usia. Meskipun begitu keindahan arsitektur dan kekokohan bangunan masih dapat dilihat dari pondasi bangunan yang tahan gempa ini. Memang ada beberapa yang sudah mengalami perubahan pondasi sudah tidak lagi menggunakan batu tapi semen.
Lalu, siapa bilang nenek moyang kita terbelakang buktinya sejak 250 tahun yang lalu mereka sudah bisa membangun rumah dengan arsitektur yang indah dan tahan akan guncangan gempa.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau