Program Aku Cinta Indonesia oleh Detikcom yang memberikan kesempatan kepada 66 orang petualang untuk mengeksplor 33 provinsi di Indonesia telah dimulai. Petualang Achmad Alkatiri dan Saiful Azhar resmi berpetualang menjelajahi Sumatera Utara mulai hari ini, 27 September 2010. Mereka akan mengeksplor Sumatera Utara selama 14 hari dan bercerita kepada masyarakat Indonesia melalui tulisan dan foto.
Mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, Achmad dan Saiful tidak mau membuang-buang waktunya yang berharga di Tanah Sumatera. Setelah mendarat dengan selamat di Bandara Polonia Medan, mereka langsung tancap gas menuju Berastagi untuk kemudian mengunjungi Desa Adat Peceren dan Lingga. Disana mereka akan melihat kehidupan masyarakat adat dan rumah yang konon berumur 250 tahun!
Mimpi pun, sekali lagi, menjadi kenyataan. Mereka berkesempatan secara langsung melihat rumah adat suku Karo yang rata-rata berumur 250-300 tahun di Desa Peceren dan Lingga. Diceritakan bahwa memang rumah-rumah adat ini sudah ada sejak dulu dan diwariskan secara turun-temurun di dalam keluarga, hingga ke generasi sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa hal menarik mengenai rumah ini yang menjadi pengetahuan baru bagi kedua petualang. Diantaranya yaitu tanduk kerbau ditempatkan di puncak rumah untuk tameng terhadap hal-hal buruk dan kondisi rumah yang agak tinggi sehingga bagian "basement" dipergunakan sebagai kandang binatang. Ornamen-ornamen di dinding rumah pun memiliki daya tarik tersendiri bagi para petualang.
Desa Peceren dan Lingga dapat dicapai dengan mempergunakan kendaraan beroda dua atau empat dari Bandara Polonia Medan. Perjalanan dari bandara memakan waktu sekitar 3 jam dengan kondisi jalan yang mendaki seperti halnya kawasan Lembang di Bandung. Jika anda berkunjung ke kedua desa ini, jangan lupa meminta ijin terlebih dahulu kepada masyarakat setempat untuk berkeliling desa dan mengambil foto.












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Penerbangan Super Air Jet ke Bali Delay 5 Jam, Ini Penjelasan Maskapai