Setelah tiba di lokasi yang letaknya di pinggir jalan raya Brigjen Dharsono tidak jauh dari keraton Kasepuhan itu, kami baru tahu bahwa Goa Sunyaragi adalah kompleks bangunan yang semua ruang-ruangnya dibentuk menyerupai goa yang terhubung oleh lorong-lorong sempit yang berliku indah.
Sunyaragi berasal dari dua suku kata, sunya yang artinya sunyi, sepi, dan ragi artinya raga. Tempat yang dibangun pada awal abad ke-18 ini memang dulunya adalah tempat peristirahatan dan menyepi bagi keluarga Raja Kasepuhan Cirebon. Kiranya arsitektur yang terkesan mistis sekaligus artistik dan indah yang kami lihat adalah untuk menunjang kedua fungsi tersebut. Keunikan lain adalah semua dinding goa artifisial ini terbuat dari perpaduan batuan beku dan batu gamping sehingga permukaannya berongga dan tajam.
Goa Sunyaragi adalah sebuah taman sari. Dari bagian-bagian bangunan yang sebagian besar masih utuh, kami dapat membayangkan bahwa Goa Sunyaragi ini dulunya banyak dihiasi air. Hal ini terlihat dari kolam-kolam kecil yang mengelilingi bangunan, beberapa kolam tampak saling terhubung. Pada sebuah bangunan yang menyerupai gunungan terdapat gentong-gentong bertingkat seperti bekas air terjun kecil buatan di bagian dinding bangunan yang seluruhnya berwarna abu-abu kehitaman akibat pelapukan batu gamping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
Di Belgia Ada Kompetisi Tiru Suara Burung Camar, yang Paling Mirip Jadi Juara