Pak Sarju, Berkeliling 27 Negara dengan Reog Ponorogo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Desi Dwistratanti Sumadio|48336|JATENG & DIY|47

Pak Sarju, Berkeliling 27 Negara dengan Reog Ponorogo

- detikTravel
Jumat, 24 Jun 2011 10:20 WIB
Jawa Tengah - Begitu tangannya Saya salam dan meminta izin untuk mengambil gambar bersama, buru-buru beliau dipasangkan baju dan kopiah oleh anaknya. Senyum bahagia terlukis di wajahnya yang terlihat bersemangat. Lalu saya pun mohon pamit karena hari sudah mulai gelap. Seketika Beliau tak kuasa menahan tangisnya sampai terisak. Sungguh Saya tidak bisa menggambarkan dengan kata betapa harunya saat itu. Beliau menangis bukan karena kehidupannya yang susah, justru sebaliknya, kehidupan berkecukupan dan limpahan rejeki digambarkan melalui kesederhanan yang bersahaja.

Pak Sarju adalah seorang seniman dan juga pengrajin Reog asal Ponorogo yang memulai karirnya 47 tahun yang lalu. Kecintaan terhadap Reog telah membawanya berkeliling 27 negara untuk mengembangkan budaya tradisional ini. Namun sekarang Beliau sudah tidak bisa lagi menjalani keseharian seperti biasa, karena Pak Sarju terserang stroke 5 bulan yang lalu dan menyebabkan Beliau tidak lagi bisa berbicara dan berjalan.

Kisah Pak Sarju

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pak Sarju mencintai kesenian apapun yang ditemuinya sedari kecil. Dimulai dari belajar gamelan, lalu mengikuti beberapa sanggar pada tahun 1963, belajar bermain Reog, dan sehingga sekarang menjadi salah satu pengrajin Reog paling terpercaya di negeri ini. Setelah mengerti proses pembuatan Reog dari sanggar tempat dia bergabung, Pak Sarju mulai mencoba membuat Reog untuk dipakainya sendiri. Lama kelamaan karyanya mengundang banyak orang untuk memesan Reog buatannya. Berangkat dari sanalah Pak Sarju sedikit demi sedikit merintis usaha pembuatan Reog dan alat-alat kesenian tradisional lainnya.

Keuletan dan bekal kecintaannya terhadap kesenian mengantarkan usaha Pak Sarju terus membesar dengan pesat. Rumah Pak Sarju yang sederhana merupakan tempat pembuatan Reog juga menerima siapa saja yang ingin belajar kesenian ini. Berbagai orang dari seluruh Indonesia juga mancanegara pernah singgah dan tinggal selama beberapa bulan untuk menimba ilmu.

Dengan hanya 8 orang pekerja dimana mereka adalah anak-anak Pak Sarju sendiri, usaha ini bisa bertahan berpuluh tahun dan semakin mengakar di dunia seni Reog Ponorogo. Pesanan Reog terbesar yang pernah mereka terima adalah 18 unit Reog seharga 34 juta Rupiah per-unit pada tahun lalu. Pesanan dari luar negeri seperti Amerika, Arab Saudi, Spanyol, Belanda dan Malaysia pun tak hentinya berdatangan.

Pak Sarju telah menurunkan ilmunya kepada anak-anaknya juga kepada orang-orang yang pernah datang dan tinggal di rumahnya untuk menyerap dan menyambung ilmu bekal generasi berikutnya.

---

Pak Sarju, Saya berdoa untuk suatu saat bisa kembali bertemu dengan Bapak, mendengar langsung suara dan cerita Bapak. Semoga Bapak cepat sembuh, dan tidak perlu meneteskan airmata atas keadaan fisik yang sekarang sangat terbatas.

---

β€œYang paling penting, bukan siapa kita, tapi apa kita untuk umat” (Sang Pencerah, 2010)

Pengrajin Reog Pak Sarju

081 335 309 116

081 335 049 455

Jalan Raya RT 02/ RW 01 Carat, Kauman

Somoroto, Ponorogo

@dds722, Ponorogo 2010
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads