Pak Sarju adalah seorang seniman dan juga pengrajin Reog asal Ponorogo yang memulai karirnya 47 tahun yang lalu. Kecintaan terhadap Reog telah membawanya berkeliling 27 negara untuk mengembangkan budaya tradisional ini. Namun sekarang Beliau sudah tidak bisa lagi menjalani keseharian seperti biasa, karena Pak Sarju terserang stroke 5 bulan yang lalu dan menyebabkan Beliau tidak lagi bisa berbicara dan berjalan.
Kisah Pak Sarju
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keuletan dan bekal kecintaannya terhadap kesenian mengantarkan usaha Pak Sarju terus membesar dengan pesat. Rumah Pak Sarju yang sederhana merupakan tempat pembuatan Reog juga menerima siapa saja yang ingin belajar kesenian ini. Berbagai orang dari seluruh Indonesia juga mancanegara pernah singgah dan tinggal selama beberapa bulan untuk menimba ilmu.
Dengan hanya 8 orang pekerja dimana mereka adalah anak-anak Pak Sarju sendiri, usaha ini bisa bertahan berpuluh tahun dan semakin mengakar di dunia seni Reog Ponorogo. Pesanan Reog terbesar yang pernah mereka terima adalah 18 unit Reog seharga 34 juta Rupiah per-unit pada tahun lalu. Pesanan dari luar negeri seperti Amerika, Arab Saudi, Spanyol, Belanda dan Malaysia pun tak hentinya berdatangan.
Pak Sarju telah menurunkan ilmunya kepada anak-anaknya juga kepada orang-orang yang pernah datang dan tinggal di rumahnya untuk menyerap dan menyambung ilmu bekal generasi berikutnya.
---
Pak Sarju, Saya berdoa untuk suatu saat bisa kembali bertemu dengan Bapak, mendengar langsung suara dan cerita Bapak. Semoga Bapak cepat sembuh, dan tidak perlu meneteskan airmata atas keadaan fisik yang sekarang sangat terbatas.
---
βYang paling penting, bukan siapa kita, tapi apa kita untuk umatβ (Sang Pencerah, 2010)
Pengrajin Reog Pak Sarju
081 335 309 116
081 335 049 455
Jalan Raya RT 02/ RW 01 Carat, Kauman
Somoroto, Ponorogo
@dds722, Ponorogo 2010
(gst/gst)











































Komentar Terbanyak
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim
Korsel untuk Pertama Kalinya Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas