mengisi lambung kami yg kosong. Tanpa menunggu lama kami pun mendapat informasi tentang 'Meranti'.
Yap, mendengar nama tersebut saya langsung teringat dengan Bolu Meranti yang merupakan makanan khas dari Medan, kota asal saya. Tapi yang ini bukan Bolu Meranti, tetapi Rumah Makan Meranti yang tepatnya rumah makan populer yang ada di Pangkalan Bun ini. Rumah makan yang seluruh bahan bangunannya adalah kayu Meranti ini benar-benar populer di kota ini. Bagaimana tidak, kalau dari photo-photo yang menghiasi dinding rumah makan ini saja, saya dapat mengetahui bahwa tempat ini sering sekali di kunjungi orang-orang populer negeri ini, mulai dari ustadz tersohor Jefri Al-Bukhori sampai pelawak kondang Mamik Srimulat pernah menyicipi hidangan istimewa di tempat ini.
Kami pun langsung penasaran mencobanya, dan hanya berselang beberapa belas menit saja, Ikan Senangin Asam Manis, Ikan Bawal Bakar dan Ikan Tapal-tapal atau Ikan Lais Bakar pun langsung tersuguh panas di hadapan kami, semuanya sangat menggugah selera karena juga di hidangkan dengan Sambal Asam yang super lezat khas dari Pangkalan Bun. Tapi tunggu dulu, ada juga Es Campur Meranti yang segar plus Es Poligami yg merupakan perpaduan antara beberapa sari buah yang ternyata semakin menambah penuh meja makanΒ kami malam ini. Hmm...saya yakin, ini sungguh 'malam pertama' yang indah di Pangkalan Bun. (M.Yusuf Simatupang/M.Yusuf Simatupang)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung