Β
Danau gunung tujuh berada di ketinggian 1950 meter diatas permukaan laut (m dpl). Angka 1950 mdpl menjadikan danau ini sebagai danau air tawar tertinggi di Asia Tenggara. Danau gunung tujuh dikelilingi oleh tujuh buah gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 m dpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 m dpl), Gunung Madura Besi (2.418 m dpl), Gunung Lumut (2.350 m dpl), Gunung Selasih (2.230 m dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 m dpl) dan Gunung Tujuh (2.735 m dpl). Danau air tawar ini terbentuk akibat letusan Gunung Tujuh yang membentuk kawah. Kawah tersebut menjadi penampung air hujan yang lama kelamaan menjadi danau.
Β
Untuk mencapai danau pengunjung harus mendaki selama 2 sampai 3 jam dari resort Gunung Tujuh. Awal pendakian akan terlihat pemandangan Gunung Kerinci dan perkebunan sayur. Setelah itu jalur mulai menanjak dan berakar. Setelah sampai di puncak Gunung Tujuh, pengunjung harus menuruni gunung sekitar sepuluh menit dengan menapaki jalur yang sangat curam dan berakar. Namun, sesampainya di danau, semua keletihan akan langsung terbayar.
Β
Air danau yang jernih membuat pengunjung langsung terangsang untuk mencelupkan kaki dan badannya ke dalam danau. Tak jarang ikan-ikan dan sampan nelayan terlihat di danau ini. Pemandangan gunung-gunung disekelilingnya pun sangat indah. Di sebelah kiri danau terdapat aliran air menuju ke Air Terjun Gunung Tujuh. Sayang sekali, jembatan untuk menuju ke sana sudah rusak sehingga air terjun tidak dapat dikunjungi. Air Danau Gunung Tujuh juga menjadi sumber mata air Air Terjun Telun Berasap dan Sungai Batang Sangir.
Β
Di hari libur, banyak nelayan yang menyewakan sampannya untuk mengelilingi danau. Jika beruntung, pengunjung pun dapat menemukan bunga Edelweiss berwarna ungu di seberang danau. Selain itu, tempat ini menjadi salah satu tempat favorit pemuda sekitar untuk berkemah di akhir pekan.
Β
Suatu kebanggaan bagi Indonesia mempunyai danau air tawar tertinggi di Asia Tenggara. Saatnyalah bagi kita, bangsa Indonesia untuk menjaga, melestarikan, dan mempromosikannya.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia