Waktu yang terbatas membuat kami mesti memilih diantara banyak jenis wisata yang ditawarkan kota ini. Kami memilih untuk mencoba salah satu jenis wisata hiburan, yaitu wisata ekstrim. Wisata jenis ini dihadirkan dalam dua macam bentuk, yaitu melayang di langit kota Batu dengan menggunakan paralayang atau bertarung dengan arus Sungai Kekep.
Awalnya kami memilih tantangan yang pertama, yaitu paralayang. Namun karena pada hari kedatangan kami, puncak gunung Banyak yang semestinya menjadi titik take-off paralayang sedang digunakan untuk berlangsungnya acara kompetisi downhill tingkat Asia-Pasifik, membuat kami mengurungkan niatan. Seolah tak cukup, rencana terbang kami masih terhalang oleh kondisi cuaca dan arah angin yang tidak mendukung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami berangkat ke lokasi tubing pada siang hari, selain pendamping tim akan bergabung pula beberapa kru tubing yang sudah profesional. Mereka bertugas untuk menjaga dan memandu kami selama kegiatan berlangsung. Agar tak terjadi hal yang tak diinginkan, sebelum tubing dimulai kami mesti memakai perlengkapan pelindung, menerima arahan mengenai tata cara dan ketentuan tubing, yang kemudian dilanjutkan dengan pemanasan dan latihan.
Setelah semuanya siap kami lalu menuju air dan ber-tubing. Menggunakan ban besar kami meluncur, menantang dinginnya air berarus keras, menyusur jalur sungai yang dipenuhi batuan besar. Pacuan adrenalin yang tiada henti di sepanjang perjalanan membuat petualangan kali ini menjadi pengalaman tak terlupakan.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica