Nusa Penida yang terletak di sebelah tenggara Bali, merupakan salah satu gugusan tiga pulau kecil di sana. Di antara pulau lainnya, yaitu Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Nusa Penida merupakan pulau terbesar. Namun demikian, pariwisata di Nusa Penida masih kurang berkembang dibandingkan dengan Nusa Lembongan. Tapi tetap, ada satu yang bisa dibanggakan dari Nusa Penida, yaitu keindahan bawah lautnya.
Setiap musim hujan, antara Agustus hingga November, para diver di seluruh dunia berkunjung ke Nusa Penida untuk melihat mahluk laut langka bernama Mola-mola. Ikan berukuran besar, sebesar kapal selam ini, memiliki ciri unik berupa sirip yang terdapat di atas dan bawah tubuhnya. Hanya pada musim hujan atau dingin itulah, Mola-mola datang berkunjung membersihkan diri di kedalaman 30 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di daratan Nusa Penida itu, terdapat suatu tempat yang disebut Toyapakeh. Tempat pariwisata hasil kerjasama dengan Quicksilver memang khusus didirikan untuk para tamu kapal pesiar tersebut. Di sana terdapat penangkaran penyu, workshop dan butik tenun Bali, pasar seni, hingga atraksi sambung ayam. Di pantainya pun bisa terlihat para petani rumput laut yang sibuk menanam rumput laut. Nusa Penida memang dikenal sebagai penghasil rumput laut terbesar di Bali.
Banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan di sana, 5 jam batas waktu yang tersedia menjadi tidak terasa. Pukul 3 sore, kami pun diharuskan kembali ke kapal pesiar meninggalkan Nusa Penida dengan sejuta keindahan yang belum sempat tereksplor keseluruhannya.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?