Karena kelangsungan dari kerusuhan yang terlampau lama, masyarakat Poso yang dulu tinggal di tempat kerusuhan tentunya sudah mengungsi bahkan menetap di daerah lain yang lebih aman. Data Poso Center menyebutkan sampai akhir tahun 2006 sekitar 20.000 keluarga pengungsi masih tidak mau kembali ke rumah mereka. Sebagian besar adalah warga Tentena, Lage, Poso Kota dan Poso Pesisir.
Sekarang warga mampu menahan diri terhadap provokasi yang berasal dari luar warga Poso. Warga berusaha tidak mau terprovokasi walaupun mereka terus dipancing untuk berbuat rusuh. Banyak yang berpendapat bahwa kekerasan yang masih saja terus berlangsung di Poso tidak terjadi begitu saja namun sengaja diciptakan oleh pihak-pihak yang berusaha mengambil keuntungan dari semua itu. "Dulu kami yang bodoh karena mau terprovokasi sampai terjadi kerusuhan seperti itu" ungkap Bang Jemi yang merupakan warga Poso yang sekarang mengungsi dan menetap di Tentena.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kita melihat Poso sekarang rasanya sangat sepi karena banyaknya penduduk yang tidak ingin kembali ke rumah mereka. Selain itu para pedagang juga banyak yang berkurang, seperti contohnya pedagang kerajinan dari kayu ebony yang sekarang hanya tersisa 2 toko saja di Poso. Padahal sebelum kerusuhan jumlahnya banyak.
Padang rumput bekas pertempuran sampai 6 Oktober 2010 kemarin masih bisa kita lihat. Puing-puing sisa-sisa pembakaran dan kerusuhan juga masih dibiarkan oleh pemerintah daerah sehingga kota ini sekarang berkesan kurang terawat. Semoga nantinya Poso bisa kembali seperti dulu karena jika melihat warga Poso yang sekarang tersebar di Tentena dan Lage, saya yakin dulunya Poso merupakan kota yang sangat bagus.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Kisah Siswa SD Viral di Salatiga, Piknik ke Jakarta Sewa Pesawat Garuda
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel