Masjid Sabilal Muhtadin yang menggunakan ornamen-ornamen gaya Suku Banjar dan Suku Dayak, awalnya adalah bekas benteng Belanda dan asrama tentara. Biasanya pada kubah setiap masjid, terdapat lambang bulan dan bintang, namun tidak di masjid ini. Keunikan lainnya, kubah masjid ini berbentuk tangguy, yaitu topi yang biasa digunakan oleh para petani di Kalimantan.
Nama Sabilal Muhtadin sendiri diambil dari judul buku fiqih karangan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari yang artinya orang yang mendapat petunjuk. Didalam komplek masjid yang menjadi kebanggaan warga Kalimantan Selatan ini juga terdapat sekolah dari tingkat TK-SMA Sabilal Muhtadin, juga kantor MUI.
Jika anda berada di Banjarmasin, sempatkan waktu untuk mengunjungi masjid yang dikepalai oleh Drs. Rusdiansyah Asnawi, SH, anda juga bisa bertanya mengenai sejarahnya langsung kepada pengurus paling lama sejak tahun 1978, H. M. Idris yang menjabat sebagai kepala seksi kebersihan dan keamanan. Atau mungkin sekedar berkunjung untuk melihat bedug dengan diameter 1 meter dan panjang 2,5 meter dan mengagumi keindahannya.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia