Jalan-jalan kali ini juga menjadi pengalaman terunik selama di Jakarta. Kami tersesat! Ini bukanlah hal yang menyenangkan, karena bangunannya yang luar biasa besar dan ramai sehingga bertanya pun tak banyak membantu. Atau kami yang memang tidak mengerti arah.
Kami tiba di Tanah Abang sudah sore sekali. Pukul 4 lewat dan banyak toko yang sudah tutup. Entah kami berada di bangunan yang mana. Terlalu banyak bangunan di sini sehingga kami kebingungan mencari bangunan utamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menemukan tangga dan turun dengan selamat, tapi kami kembali tersesat mencari jalur ke jalan raya. Wah, ini mengerikan sekali. Sebagai pendatang hal ini membuat saya mulai panik. Ketakutan di palak preman, dicopet, dijambret menjadi campur aduk. Bahkan saya tidak berani mengeluarkan hape dan kamera untuk mengambil gambar sampai berada di lokasi yang agak sepi. Apalagi karena hari sudah mulai senja. Untung pendamping kami berani bertanya dan berani nyasar. 20 menit kebingungan mencari jalan keluar, akhirnya kami berhasil juga keluar dari kompleks Tanah Abang itu.
Di luar gedung, sudah menanti para penjual kaki lima dengan bermacam-macam barang dagangan. Mulai dari pakaian dalam, jaket, souvenir, buah dan kaos. Kami segera mencari taksi menuju D'Cost untuk makan malam. Penatnya luar biasa tersasar dan berkeliling toko-toko itu. Berharap bisa segera tiba di hotel.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?