Dan ternyata benar saja, begitu sampai di gapura dermaga Pulau Kembang, sekelompok 'kembang' pulau tersebut langsung memberikan sambutan yang mengejutkan. Sekelompok Kera berekor panjang seketika itu juga menerobos anjungan perahu dan masuk ke dalam perahu, beruntung tas dan kamera tidak kami letakkan begitu saja di dalam perahu. Kalau tidak begitu, mungkin barang-barang tersebut sudah sama nasibnya dengan makanan-makanan kami yang ludes dibawa sekelompok Kera yang merupakan primata penghuni asli pulau tersebut yang keseluruhan berjumlah ribuan ekor. Waww!!!
Sambutan ternyata belum berhenti sampai disitu, begitu naik ke dermaga dan membayar kontribusi wajib pengunjung yang berjumlah Rp.5000,- perorang, beberapa ekor Kera melompat dari atas atap gapura menaiki punggung dan kepala kami. Rekan saya Sendia segera menghindar karena takut, sedangkan saya mencoba menenangkan diri ketika seekor diantara Kera tersebut sudah berada diatas pundak kiri saya. Ibarat pesulap Limbad dengan Burung Hantu di pundaknya, saya justru berdiri dengan seekor Kera di pundak kiri saya. Tapi wajah cemas saya tidak dapat disembunyikan yang sontak menjadi bahan tertawaan pengunjung lainnya. Dengan bantuan penjaga ditempat tersebut, akhirnya Kera itu pun turun dari atas pundak saya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Kembang' yang saya temukan mungkin bukanlah 'kembang' yang di inginkan. Tapi kedekatan makhluk primata Kera di pulau tersebut menjadi satu hal yang lebih menarik dari yang saya inginkan. inilah kemesraan Pulau Kembang yang tiada duanya.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi