Begitulah sebuah kontrak politik lahir. Sebuah falsafah dasar kehidupan bernegara lahir. Semua sepakat mengesampingkan perbedaan dan menerimanya demi mencapai cita-cita bernegara. Setelah melalui beberapa perbaikan redaksional, rumusan Pancasila resmi di sampaikan pada tanggal 18 Agustus 1945.
Keadilan social merupakan salah satu sila yang mesti diwujudkan dalam kehidupan nyata. Negara yang akan dibentuk mesti mampu mengubah masyarakat terjajah menuju tatanan yang berkeadilan. Hasil perjuangan mesti dirasakan bersama. Nias yang terkenal dengan sebutan Nusa Indah Andalan Sumatera yang berada didaerah pesisir pantai Barat Sumatera ini juga berhak atas keadilan social.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekali-kali lihatlah bagaimana kehidupan tukang pandai besi di Nias. Mereka adalah kelompok masyarakat yang hidup dengan mempertaruhkan keselamatan jiwa. Semenjak pagi mereka membanting tulang dengan peralatan sederhana yang terdiri dari arang tempurung kelapa, martil dan 2 batang pinang yang telah dilubangi tengahnya. Dengan asupan gizi yang terbatas orang-orang perkasa itu mencoba bertahan hidup dengan menempa besi-besi tua.
Meski pendapatan yang tak pasti, bahkan tak untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, para tukang pandai besi mencoba bertahan dalam pekerjaan. Mereka setiap hari setia menempa, mengolah besi-besi tua untuk dijadikan alat-alat sederhana seperti pisau, parang, dan alat penyadap karet. Harga jual produksi tak seberapa dibanding keringat dan pengorbanannya.
Sebilah pisau hanya dijual antara Rp. 6.000 sampai dengan Rp. 25.000 tergantung dari tingkat kesukaran dan lamanya pembuatan barang tersebut. Parang dijual hanya dengan Rp. 18.000 sampai dengan Rp. 25.000. Pengerjaannya butuh waktu 3-4 jam plus resiko terkena serpihan besi panas pada saat penempaan.
Berapapun pisau atau parang terjual, saban hari ia mesti sanggup menyediakan beras seharga Rp. 13.000/kilogram untuk makan keluarganya. dipasaran, membuat hati iba dan meneteskan air mata, betapa kerasnya kehidupan dalam negara pancasila ini tanpa adanya uluran tangan dan perhatian dari pemerintah.
Melalui ini saya mencoba menggugah hati para pembaca, jika seandainya ada ide/gagasan cemerlang dalam memberikan perubahan seperti kehidupan para tukang pandai besi. Mereka perlu dientaskan, baik dari segi peralatan, cara kerja serta bahan baku pekerjaannya.
Bila ada langkah-langkah untuk mengentas kehidupan orang-orang kecil seperti pandai besi terwujud saya yakin akan ada perubahan berarti. Perekonomian masyarakat akan tumbuh ke tingkat yang lebih baik. Dampaknya pasti bakal positif bagi ketentraman dan kebahagiaan masyarakat negara termasuk Nias kita tercinta.
Penulis:
Marlius Telaumbanua
Wakabid Litbang GMNI Nias
(adt/adt)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas