Kendari juga tercatat sebagai sentra penghasil madu hutan. Lebah-lebah penghasil madu ini bukan didapat tanpa resiko. Lebah-lebah ini bisa menyarang di bagian dahan-dahan tertinggi pohon kemiri. Pohon kemirin sendiri rata-rata tingginya antara 20 hingga 50 meter. Jadi, untuk mendapatkan sarang lebah ini, butuh kemampuan untuk memanjat sekaligus untuk melindungi diri dari sengatan lebah. Disini, penangkal serangan lebah adalah hulo-hulo atau batang bambu yang dibalut daun aren yang kemudian diasapi. Hebatnya, tidak pernah ada pemasaran dalam skala besar untuk madu-madu hutan ini, kebanyakan para pembeli langsung mendatangi para pemanen madu hutan di daerah Kolaka ini.
Tidak kalah dengan hasil laut dan hutan, Kendari juga menyimpan kekayaan mineral. Nikel adalah salah satu hasil tembang terbesar dari pulau ini. Proses untuk mendapatkan butiran-butiran feronikel berbagai ukuran hingga bisa diekspor ke berbagai negara, sangat memakan waktu. Proses peleburanlah yang paling panjang, mirip seperti larva gunung berapi dan pekerjanya harus tahan dengan suhu sekitar 1400 derajat celcius.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Memalukan! Turis Turun dari Kapal Pesiar di Lombok Malah Disambut Tumpukan Sampah