Pada pukul 07.30 wib kami sampai di kaki gunung ijen dan memarkir sepeda motor di tempat penitipan sepeda motor yang telah disediakan disana. untuk menuju kawah gunung ijen, masih diperlukan waktu kira-kira 1,5 jam berjalan kaki mendaki gunung ijen yang sudut kemiringannya sekitar 45 derajat. jalan yang mendaki dan jauh membuat kami sesekali istirahat karena kelelahan, apalagi sebagian teman2 jarang olahraga jadinya jalan sedikit uda pada capek. namun suasana ujara yang sejuk dan dingin, disertai indahnya pemandangan alam gunung ijen membuat kami semangat untuk segera mencapai kawah gunung ijen. selama perjalanan kaki menuju kawah ijen hampir setiap 10 menit kami berpapasan dengan orang-orang penambang belerang yang memanggul bongkahan-bongkahan belerang. ini menjadi pemandangan yang menarik bagi kami karena orang-orang tersebut memanggul belerang kurang lebih seberat 60 kg.
setelah sekitar 1,5 jam perjalanan kami sampai di tempat peristirahatan terakhir sebelum mencapai kawah gunung ijen. kami beristirahat di tepat tempat penimbangan belerang yang nantinya akan dipanggul oleh para penambang ke bawah kaki gunung ijen.
setelah melepas lelah dan beristirahat cukup, kami melanjutkan perjalanan ke kawah gunung ijen. perjalanan kali ini sudah tidak lagi terlalu mendaki. sekitar 20 menit kemudian akhirnya sampailah di Kawah Gunung Ijen, karena pada saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 08.00 wib jadi asap belerang yang keluar dari beberapa bagian kawah ijen sudah mulai menebal. sehingga mengharuskan kami untuk menggunakan masker selama berada di kawah gunung ijen. Pemandangan eksotis Kawah Ijen dan alamnya yang masih alami membuat saya dan teman-teman sangat kagum atas ciptaan ALLAH SwT dan syukur terucap dari kami karena bisa menikmati ciptaan ALLAH SwT yang indah ini.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?