Saya Dea mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran kampus Jatinangor. Setelah penat dengan ujian tengah semester saya dan teman saya, Unet, pun merencanakan untuk berlibur. Jogjakarta. Ya itu adalah kota tujuan kami. Kenapa kita memilih Jogjakarta, karena pada saat itu akan ada acara Jogja Carnaval 2011. Acara yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali dalam rangka ulang tahun Jogjakarta. Hari jumat, 21 Oktober 2011 kita berangkat dari Jatinangor menuju statsiun Kiaracondong, naik Damri tentunya. Berangkat pukul 16.30, karena kita tidak mau sampai kehabisan tiket kereta. Tapi si Damri ternyata mogok setelah keluar tol Moh.Toha, lama sekali damri itu mogok, setelah jalan lagi ternyata jalannya sangat amat pelan sekali *emosilah kita bertiga*. Oh iya..kami berangkat ke Jogja itu bertiga : Saya, Unet, dan Mpen. Oh tidaak kita bertiga baru tiba di stasiun Kircon (*sebutan untuk Kiaracondong) itu jam 18.30. padahal seharusnya kita sampai di stasiun itu jam 17.30. kita pun buru-buru masuk ke stasiun dan makin kaget karena didepan loketnya dituliskan βtiket Kahuripan HABISβ . paniklah kita bertiga..kebingungan..mau naik yang Lodaya Malam tapi hari itu tiketnya lagi mahal-mahalnya. Tapi kita tetep ngantri, berharap ada tiket walaupun berdiri. Alhamdulillahnya kita dapet tiket. 3 tiket dan dapet tempat duduk semua. Wooww.. terus apa maksudnya dituliskan tiket habis.. K
Oke lanjut...
Menunggu dan menunggu kereta Kahuripan datang. Dan jam 20.45 kereta pun datang, berangkatlah kita ke Jogja. Wow sekali..karena baru pertama kali saya pergi sejauh itu sama temen.hahaha. karena naik kereta ekonomi jadi ya wajarlah kita ga bisa tidur di kereta, karena bising banyak orang jualan yang bolak balik menjajakan dagangannya. Tapi namanya juga backpacker-an jadi harus merasakan sensasi naik kereta ekonomi.haha. Yak jam 06.30 kita sampai di stasiun Lempuyangan. *lama yah perjalanannya* dari stasiun kita langsung menuju penginapan yang sudah disediakan teman kita yang ada di Jogja. Istirahat sebentar dan mandi, kemudian pergi deh cari makan. Muter-muter malioboro kami pun mencoba soto ayam jogja. Enak, beda dari soto yang biasa saya makan di bandung,hehee. Setelah makan kita melanjutkan perjalanan menuju candi Prambanan, oh iyaa disini jadi saya Cuma jalan sama Unet saja, karena Mpen pergi bersama pacarnya. Ya, saya dan unet pergi ke Prambanan naik Trans Jogja yang Cuma 3000 rupiah sampai tujuan. Dari tempat pemberhentian trans jogja itu kita berdua jalan kaki menuju prambanan, lumayan jauh. Udah sampe sana, woww..hari itu matahari lagi panas-panasnya banget, sampe pas sandal terlepas dan menginjak pasir yang ada di prambanan itu panas banget. Wow..sekali.
Saya bawa kamera SLR temen yang saya pinjam, dan pakenya lensa telle, hehe,,agak lupa gimana cara mengoperasikannya, jadi kita duduk-duduk dulu sembari ngutak-ngatik kamera, dan setelah jadi saatnya action, βfoto-fotoβ !! haha..karena kita jalan Cuma berdua jadi ga ada foto yang kita bersamanya. Jadi gantian gitu fotonya. Setelah puas berjalan-jalan di prambanan kita berdua laper, dan cari makanan yang ada di prambanan, Nasi Goreng, ya menu pilihan kita selanjutnya adalah nasi goreng, aah ancur bangetlah makan disitu, ga lagi-lagi makan di kantin yang di prambanan.huhuhu..nasinya aneh banget..enak soto yang waktu pagi kita makan...hhuhuu
Oke selanjutnya dari prambanan kita menuju stasiun Tugu, karena lupa beli tiket untuk pulang. Dan ternyata..*lagi-lagi kita terkejut di stasiun* tiket lodaya malam tujuan bandung hari minggu sudah HABIS. Bener-bener habis. Panik banget..lebih panik daripada sebelum berangkat, karena hari senin saya ada ujian lagi, jadi hari senin pagi harus sudah ada di Jatinangor. Wooh..menunggu...menunggu...dan menunggu..akhirnya giliran kita memesan tiket. Alhamdulillah ada sisa bangku di kereta ekonomi Malabar. Ga apa-apa deh ya mahal sedikit juga yang penting nyampe jatinangor sebelum ujian.haha
Abis dari stasiun tugu, kita kembali ke penginapan, beristirahat, mengumpulkan tenaga untuk melihat karnaval nanti malam. Jam 17.30 kita dijemput kakak saya buat makan bareng, oke menu pilihan saya selanjutnya adalah pecel ayam. Setelah makan kita ga sempet balik lagi ke penginapan karena semua jalan maliobor sudah penuh sesak dengan orang-orang yang akan menonton karnaval. Padahal mulainya aja jam 19.30 tapi jam 18.30 itu sudah penuuuuuuuuhhhh... jalan aja susah..apalagi cari spot yang oke buat ambil gambar karnavalnya. Kakak saya kembali ke kosannya untuk mengambl handycam. Dan saya sudah menemukan spot yang lumayan oke. Ya..kita berdua menunggu dan menunggu acara dimulai. Karnaval dimulai dengan tarian dari beberapa penari laki-laki dan perempuan *saya tidak tahu apa nama tariannya, ehhe* kemudian karnaval pun berjalan, yang didepan adalah perempuan cantik dengan pakaian adat jawa sedang membatik wow..indaaaah sekali.. hehee. Kemudian bentuk-bentuk lainnya, tidak hanya dari Indonesia saja, tapi dari Luar Negeri pun ada. Rame banget. Ga salah ke Jogja hari itu juga...ga ketinggalan momen yang Cuma sekali setahun.
Jam 10 malem udah kecapean dan kembali ke penginapan. Tidur.
Hari ketiga perjalanan saya dan Unet di Jogja. Merencanakan kemana saja tujuan kita. Cari makan. Saya coba bakso khas jogja. Enak, beda dari bakso yang saya makan di bandung. Karena ada bakso gorengnya juga. Setelah makan kita berdua melanjutkan perjalanan ke Benteng Vedeburg. Jalan kaki menyurusi malioboro, pasar beringhardjo, gerimis-gerimis kecil mengiringi perjalanan kita. Udah sampai di benteng, sayang sekali benteng sedang dalam perbaikan jadi ada beberapa ruangan yang tidak dibuka L . setelah itu ke gedung dinas kebudayaan nasional. Istriahat sejenak karena panas lagi. Dilanjutkan ke taman sari, naik becak tentunya, karena jauh sekali dari tempat kami istirahat itu. Sesampainya di taman sari kita berdua melihat-lihat bangunan disana kemudian Unet mengajak saya untuk pergi ke Masjid Bawah Tanah. Disana unik sekali, karena kampung disekitar taman sari itu diberi nama Kampung Taman Sari, dan semuanya seperti taman. Dan setelah sampai di masjid bawah tanah itu menakjubkan sekali, bangunan itu ternyata dulu berfungsi sebagai masjid, dan ada satu pintu yang sekarang ditutup, yang konon katanya dahulu kalo menyusuri pintu itu akan tembus di pantai parangtritis. Setelah puas kita berdua berfoto ria. Kita memutuskan untuk keluar karena kakak saya akan menjemput kita berdua untuk pergi ketempat selanjutnya. Ternyata si kakak masih menunggu motornya. Jadi kita berdua pergi naik becak ke keraton. Sayang seribu sayang, kita berdua kesorean kesana, jadi sudah tutup L ya sudah ..kita berjalan kaki, melihat-lihat yang ada disana. Di monumen deket simpang BNI *saya lupa apa namanya* ada acara Cosplay, kita berdua lihat acara itu sembari menunggu kakak menjemput. Mendung pun datang. Kakak datang, dan tujuan kita selanjutnya adalah Pantai Depok, tapi karena cuaca sangat mendung, jadi dibatalkan L akhirnya kita ke Cafe Raminten, kenapa kesana? Karena katanya disana ada sesuatu yang unik dan beda dari cafe lainnya. Karena kita penasaran jadi ya kesana deh. Sesampainya disana yaa memang cafenya design interiornya unik sekali, pelayannya pun menggunakan baju orang jawa. Bau aroma terapi atau dupa menyelimuti cafe itu. Dan ada mbah yang sedang membuat bunga di suatu ruangan, penasaran, kami pun minta ijin untuk berfoto bersama. Cuaca masih mendung, malah sudah gerimis.
Setelah dari Raminten itu kita berdua diantar kakak untuk membeli bakpia di tempatnya langsung. Setelah itu diantar ke penginapan. Tapi karena mendadak kakak ada acara, jadi kami minta turun di persimpangan saja. Menyusuri jalan yang sudah basah karena air hujan *padahal kemarennya panas banget banget banget* ada ramai-ramai dipersimpangan itu, ternyata ada syuting film yang katanya film hollywood. Woowww...melihat prosesnya sebentar, kemudian kembali ke penginapan mengambil barang, kemudian makan. Karena sudah telat makan kita berdua mencari tempat makan yang fastfood. Setelah itu Unet mencoba minuman yang namanya sekoteng. Dan sambil berjalan kaki kami menuju stasiun Tugu. Tetep yah foto-foto, hehee. Setelah sampai di stasiun, kami menunggu kereta...dan tepat jam 12 malam kami berangakat menuju Bandung. Sampai di Bandung jam 09.00.
Dan sekarang saya merasa kangen sama Jogja...Jogjakarta itu emang kota yang ngangenin .. J
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas