Gereja Sion terletak di Jl Pangeran Jayakarta, tepatnya di persimpangan antara Jl Mangga Dua dan Jl Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat. Gereja ini mempunyai nama lain, yaitu gereja Portugis di luar kota, atau dalam bahasa Belanda, Portugeesche Buitenkerk. Gereja ini dibangun oleh orang Belanda untuk memberikan tempat ibadah bagi para tawanan Portugis yang dibawa dari Malaya dan India.
Pembangunan gereja ini menghabiskan waktu 2 tahun, yaitu dari Oktober 1693 hingga Oktober 1965. Pada masa pemerintahan Belanda, gereja ini terletak di luar tembok pusat kota Batavia. Oleh sebab itu, gereja ini disebut sebagai gereja orang Portugis di luar kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pintu barat gereja terdapat 11 makam kuno dengan batu nisan besar khas zaman Belanda. Kesebelas nisan makam ini dipasang secara mendatar. Bahkan, bahan nisan terbuat dari bahan batu yang didatangkan dari India.
Gereja Sion mempunyai pondasi yang tangguh, karena gereja ini ditopang 10.000 kayu dolken bulat sebagai fondasi bangunan. Gereja ini juga mampu menampung hingga 1.000 jemaat. Gereja yang memiliki luas 6.275 meter persegi ini, termasuk dalam katagori bangunan cagar budaya golongan A yang dilindungi.
Bangunan gereja ini sangat bergaya arsitektur khas Eropa. Jika dilihat dari luar, gereja ini kental dengan gaya roman yang identik dengan tiang dan aksen segitiga serta jendela besar di atas pintu gerejanya. Sedangkan di bagian dalamnya, langit-langitnya berbentuk melengkung.
Ayo rayakan Natal di Gereja Sion dengan atmosfir suasana khas Eropa!
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Arahan Prabowo, Bandara Husein dan Adi Sutjipto Diaktifkan Lagi untuk Penerbangan Sipil
Bandara Husein Bangkit Lagi? Farhan Senyum Lebar Dapat Sinyal dari Prabowo
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong