Gereja ini terletak di Jl Kemenangan III, Jakarta Barat. Jika Anda ingin berkunjung ke tempat ini jangan ragu-ragu untuk bertanya, karena gereja ini terletak di dalam pemukiman. Gereja Santa Maria De Fatima dilindungi undang-undang sebagai Cagar Budaya pada tahun 1972 karena arsitekturnya masih mempertahankan gaya bangunan khas Fukien atau Tiongkok Selatan.
Bangunan gereja Santa Maria De Fatima tidak berbentuk gedung, melainkan rumah. Awalnya, gereja ini adalah rumah dari seorang Tionghoa. Hingga pada tahun 1950, seorang pastur membeli rumah tersebut dan menjadikannya gereja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Santa Maria de Fatima, yang diambil dari sebuah cerita tentang penampakan Bunda Maria kepada tiga anak gembala seperti yang tergambar dalam relief Gua Maria di samping gereja.
Atmosfer khas Tionghoa akan terasa ketika Anda berkunjung ke tempat ini. Di pintu masuk, terdapat dua singa sebagai lambang penjaga gereja. Dalam kepercayaan orang Cina, patung singa adalah lambang kemegahan bangsawan. Selain itu, bentuk rumah dan lantai halamannya adalah bentuk asli dari rumah tersebut. Konstruksi kayu, ukiran, dan warna merah dan mas, yang merupakan simbol warna khas Tionghoa, mendominasi setiap arsitektur gereja.
Atmosfer tersebut dirasakan saat detiktravel berkunjung, Senin (19/12/2011) kemarin. Menurut Idris, sekretariat dari Gereja Santa Maria De Fatima, "Arsitektur gereja ini tidak ada yang diubah sama sekali".
Dengan merayakan Natal di Gereja Santa Maria De Fatima, Anda akan merasa seperti merayakan momen istimewa ini di Negeri Tirai Bambu.
(gst/gst)











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA