GUA MARIA TRITIS, jalan menuju ke surga

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

GUA MARIA TRITIS, jalan menuju ke surga

- detikTravel
Jumat, 13 Jan 2012 08:29 WIB
Indonesia, DI Yogyakarta, Wonosari -

Pagi itu bersama 2 orang sahabatku (Nanik dan Bayu) kami berencana mengunjungi gua Maria yang merupakan gua Maria alami terindah di Indonesia, Gua Tritis. Perjalanan pun dimulai dengan menyusuri jalan Wonosari yang lumayan mengasyikkan dengan tanjakan dan turunan yang bisa memacu adrenalin, jalanan yang teduh dengan pepohonan, pemandangan jurang dan tebing. 1 jam perjalanan sudah kami tempuh, setelah melewati sebuah tikungan, mataku terkesima dengan pemandangan di depanku. Sebuah jalan halus mulus, sepi tak ada kendaraan yang lewat kecuali kami, pepohonan jati di kanan kiri jalan, dan serpihan batu kapur putih di sepanjang kanan kiri jalan menambah eksotis. Segera kuhentikan kendaraan dan melompat turun. Aku berteriak kepada Bayu dan Nanik : β€œKeren..............baguss sekali.............kita foto dulu yo......serasa di luar negeri.........”

Setelah beberapa lama kami berfoto-foto kami melanjutkan kembali perjalanan kami. Tak berapa lama kamipun sampai di tempat tujuan kami. Kendaraan kami parkir dan dengan berjalan kaki sekitar 1 km kami menuju Gua Maria itu.

Gua Maria Tritis merupakan Gua Alami dengan ornamen stalaktit dan stalakmit yang indah. Lokasinya di tengah hutan yang jauh dari pemukiman penduduk. Di tempat ini kita akan menemukan keheningan dan kesunyian yang mendalam, yang sesekali ditimpali dengan bunyi tetesan air. Meski tidak mempunyai sendang namun para peziarah seringkali tetap membawa pulang air berkat yang merupakan hasil tetesan stalagtit dan diyakini mampu menyembuhkan penyakit.

Di dalam gua terdapat altar alami yang sederhana yang terbuat dari batu alam yang diambil dari dalam gua serta sebuah Patung Maria yang sedang berdoa. Hamparan karpet usang digunakan sebagai alas duduk para peziarah.

Gua Maria Tritis dilengkapi dengan rute jalan salib sejauh 1,5 km dengan 14 stasi atau pemberhentian, dimana disitu terdapat diorama yang menggambarkan kesengsaraan Yesus. Pada stasi ke-12 terdapat 3 buah salib besar yang menggambarkan saat Yesus disalibkan bersama dua orang penjahat. Setelah melewati jalan salib kita serasa dibawa ke bukit Golgota yang sesungguhnya dengan jalan berbatu, terjal dan berliku di atas bukit yang tandus dan kering.
(gst/gst)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads