Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi

Anindya Milagsita - detikTravel
Rabu, 18 Feb 2026 21:10 WIB
Tembok Ratapan di Yerusalem
Tembok Ratapan yang asli di Yerusalem (Wayne McLean (jgritz)/Wikimedia Commons/CC BY 2.0)
Solo -

Belakangan, rumah Jokowi di Solo viral setelah di Google Maps tag-nya diubah menjadi 'Tembok Ratapan Solo'. Padahal, Tembok Ratapan yang asli ada di Yerusalem.

Ada-ada saja memang ulah netizen. Kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara No. 1 mendadak viral setelah ditandai dengan nama "Tembok Ratapan Solo" di Google Maps.

Tanda tersebut muncul tepat di atas lokasi rumah Jokowi yang berada di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari. Fenomena itu muncul setelah beredar video seorang pemuda yang beraksi seolah sedang meratap di depan gerbang rumah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video itu salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @indopium. "Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z," tulis akun tersebut.

Tembok Ratapan yang Asli Ada di Yerusalem

Mendengar tentang nama Tembok Ratapan, traveler pasti akan mengingat akan sebuah tempat suci yang digunakan untuk berdoa bagi umat Yahudi. Lokasinya berada di Yerusalem.

ADVERTISEMENT

Lokasi ini merupakan sebuah tempat yang dianggap suci dan sakral bagi orang-orang Yahudi. Sebab, Tembok Ratapan menjadi tempat untuk mereka menyampaikan doa-doa maupun sekadar berkunjung dalam aspek perjalanan spiritual.

Masih berdiri dengan begitu kokoh sampai hari ini, siapa sangka kalau ternyata bangunan Tembok Ratapan sudah ada ratusan tahun yang lalu. Bahkan sejarah Tembok Ratapan tidak hanya berkaitan dengan keyakinan orang Yahudi saja, tapi juga tidak terlepas dari sejarah umat Islam itu sendiri.

Sejarah Tembok Ratapan

Tembok Ratapan atau Tembok Barat adalah sebuah lokasi yang dianggap suci oleh orang-orang Yahudi. Tembok Ratapan merupakan situs tersuci yang dijadikan sebagai tempat berziarah maupun berdoa bagi kaum Yahudi.

Dijelaskan dalam Britannica, Tembok Ratapan adalah sisa tembok penahan yang mengelilingi Bukit Bait Suci. Berdasarkan sejarah dan juga penelitian arkeologi, Tembok Ratapan keasliannya telah ada sekitar abad ke-2 SM.

Ukuran Tembok Ratapan ini memiliki panjang kisaran 50 meter dengan tinggi sekitar 20 meter. Disebut sebagai Tembok Ratapan, karena orang-orang Yahudi kerap meratap di lokasi tersebut. Awalnya, mereka meratapi kehancuran Bait Suci dan berdoa untuk bertujuan agar segera pulih.

Namun, seiring berjalannya waktu, ratapan-ratapan tersebut terus berlangsung dan menjadi sebuah kebiasaan. Hal serupa juga dijelaskan dalam laman Ebsco, Tembok Ratapan adalah bagian terakhir yang tersisa dari kuil kedua di Bukit Bait Suci.

Bagi orang-orang Yahudi modern, Tembok Ratapan sengaja dikunjungi untuk memanjatkan doa. Saat Bait Suci Kedua berdiri, bangsa Romawi menghancurkannya di tahun 70 M. Sisa-sisa kehancuran inilah yang dinamakan sebagai Tembok Barat atau lebih populer disebut sebagai Tembok Ratapan.

Awalnya Bait Suci Pertama dibangun sebagai sebuah situs keagamaan terpenting bagi kaum Yahudi. Pada saat itu, Bait Suci Pertama menjadi tempat bagi umat Yahudi melakukan banyak ritual keagamaan.

Mengacu dari buku 'Sejarah Lengkap Agama-agama Ibrahimi dari Masa ke Masa' tulisan Rizem Aizid, pembangunan ini disebut-sebut dilakukan oleh Raja Herodes. Di masa-masa awal, Bait Suci memiliki ukuran panjang 485 meter.

Setelah Bait Suci Pertama mengalami kehancuran, maka dibangunlah kembali Bait Suci Kedua. Sayangnya, Bait Suci Kedua juga mengalami kehancuran. Bangsa Romawi menghancurkannya di tahun 70 M karena pada saat itu kaum Yahudi melakukan pemberontakan.

Sisa dari kehancuran Bait Suci Kedua inilah yang dikenal sebagai Tembok Ratapan. Konon, saat bangsa Romawi menghancurkan Bait Suci Kedua, dinding luar dibiarkan masih berdiri begitu saja. Belum diketahui secara pasti alasan di balik itu semua, tapi dengan adanya dinding penahan yang mengelilingi Bukit Bait Suci inilah menjadi awal mula Tembok Ratapan muncul.

Dijelaskan juga dalam laman The Kotel, disebut sebagai Tembok Barat karena lokasi ini adalah salah satu dari empat tembok penopang Bukit Bait Suci. Setelah kehancuran Bait Suci Kedua terjadi, tembok yang menghadap ke barat ini tetap utuh.

Dengan adanya Tembok Barat inilah bangsa Yahudi masih memiliki tempat untuk mencari sumber inspirasi, mengungkapkan kerinduannya, dan juga memanjatkan doa terbaik. Termasuk dalam mengenang adanya Bait Suci yang kini menjadi salah satu situs warisan budaya setempat.

Tembok Ratapan Menurut Islam

Meskipun Tembok Ratapan berkaitan erat dengan bangsa Yahudi, ternyata keberadaan maupun sejarahnya tidak terlepas dari kaum muslim. Sebab, lokasi Tembok Ratapan ini berdekatan dengan kawasan yang juga dianggap sebagai tempat yang suci bagi umat Islam.

Hal ini dikarenakan Tembok Ratapan berada di dekat Masjid Al-Aqsa. Menurut buku 'Islam on the Spot: 1.700++ Fakta-fakta Islam terunik, terpopuler, terfenomenal, dan ter...' tulisan @FaktaAgama, dalam ajaran Islam Tembok Ratapan disebut sebagai Tembok Al-Buraq.

Lokasi ini diyakini sebagai satu kesatuan dari dinding atau tembok sebelah barat Masjid Al-Aqsa. Disebut sebagai Tembok Al-Buraq karena dahulu Nabi Muhammad SAW mengikat Buraq di tembok tersebut. Buraq adalah kendaraan bagi Nabi Muhammad SAW saat melakukan Isra dan Miraj.

Tidak hanya dekat dengan Masjid Al-Aqsa, Tembok Ratapan juga disebut sebagai bagian dari Kubah Batu yang disebut juga sebagai Qubbat al-Sakhra atau Dome of the Rock.

Serupa dengan penjelasan di buku 'Mengapa Palestina Gagal Merdeka?' karya Hanafi Wibowo, SHum, MSos, yang menyebut Tembok Barat atau Tembok Ratapan adalah batas luar kawasan Haram Al-Sharif.

Istilah tersebut merujuk pada kawasan suci yang mana terdapat Dome of the Rock dan juga masjid tersuci ketiga bagi umat Islam, yaitu Masjid Al-Aqsa. Inilah yang membuat Tembok Ratapan erat kaitannya dengan kepercayaan dalam ajaran Islam.

Mengetahui sejarah Tembok Ratapan dapat membuka wawasan baru bagi masyarakat, termasuk mereka yang mungkin baru mendengarnya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

-------

Artikel ini telah naik di detikJateng.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Geger Rumah Jokowi Jadi 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads